Retailer Harus Aktif Menjaga Keamanan dan Mutu Pangan

Editor: Mahadeva WS

Kepala BPOM, Penny K Lukito - Dok: CDN

JAKARTA – Peran aktif pelaku usaha ritel, menjadi salah satu faktor penting menjaga keamanan dan mutu pangan. Keamanan mutu pangan merupakan tanggungjawab semua pihak terkait.

“Keamanan dan mutu pangan, bukanlah hanya tanggung jawab dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tapi juga tanggung jawab bersama, dari konsumen, produsen dan juga pihak ritel, yang merupakan simpul akhir yang menghubungkan produsen dengan konsumen,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito,  usai menghadiri FGD Keamanan dan Mutu Pangan, Kamis (18/10/2018).

BPOM secara rutin melakukan pengawasan makanan dan obat, di lokasi-lokasi retailer dan toko distributor. Serta melakukan pemantauan khusus, menjelang hari raya maupun hari besar seperti tahun baru. “Di 2017, ada 9.087 sarana yang diperiksa, ada 32,99 persen yang belum menerapkan Cara Ritel Pangan yang Baik (CRPB). Dan tahun ini juga, secara umum masih ada sekitar 30 persen. Sehingga kami terus bekerja sama dengan semua pihak melakukan edukasi CRPB ini. Targetnya ya bisa menjadi 0 persen,” tambah Penny.

Pelanggaran penjualan produk pakan yang rusak, produk tanpa izin edar, atau illegal dan produk yang kedaluarsa. BPOM sangat mendukung perkembangan ekonomi, sehingga mereka sangat mengutamakan pemberian peringatan dan pembinaan jika menemukan pelanggaran. “Dalam aturan, memang ada tahapan dalam sanksi, hingga yang terberat itu adalah masuk ke perkara hukum. Tapi sejauh ini, belum ada yang masuk hingga tahap itu,” jelas Penny.

BPOM berencana memasang barcode dua dimensi, sehingga masyarakat bisa mengecek secara langsung, informasi produksi, tanggal produksi dan bahan baku. Kebijakan tersebut ditargetkan bisa terealisasi sebelum akhir tahun ini.

General Manager Corporate Affairs PT Hero Supermarket, Tony Mampuk, yang turut hadir dalam acara FGD, menyambut baik langkah BPOM, yang ingin melakukan edukasi intensif kepada retailer. “Rencananya, edukasi akan dilakukan di lima kota, yaitu Lampung, Surabaya, Semarang, Makassar dan Banjarmasin. Selain FGD di Jakarta. Kami sangat mendukung kebijakan ini dan menyambut baik. Karena ini merupakan langkah utama untuk menjaga kepercayaan para konsumen Hero,” pungkas Tony.

Lihat juga...