Ratusan Hektare Sawah di Magepanda Dilanda Kekeringan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Ratusan hektare sawah di desa Kolisia A, Kolisia B, Done, Magepanda dan Reroroja di kecamatan magepanda kabupaten Sikka mulai mengalami kekeringan akibat kesulitan air saat musim kemarau.

“Sejak Agustus, sawah kami sudah kesulitan air sehingga banyak petani yang berhenti menanam padi dan mulai menanam sayur-sayuran,” sebut Kristoforus Rasi salah seorang petani Magepanda, Senin (22/10/2018).

Dikatakan, kondisi ini sudah dianggap biasa oleh para petani di kecamatan Magepanda. Setiap tahun saat musim kemarau petani pasti kesulitan air.

“Kekeringan bagi kami sudah biasa terjadi setiap tahun saat musim kemarau sehingga banyak yang berhenti menanam padi. Kalau petani yang mempunyai modal, mereka akan menggunakan mesin pompa air,” ungkapnya.

Jemmy Sadipun (kiri) Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Sikka. Foto : Ebed de Rosary

Kristo menambahkan, petani tidak bisa lagi mengandalkan air dari bendungan di Magepanda sebab debit menurun drastis. Mereka terpaksa begadang setiap malam untuk menunggu giliran mendapatkan air.

“Hampir setiap malam saat musim kemarau kami selalu menunggu di pintu air agar mendapatkan jatah membuka air agar bisa mengairi sawah. Terkadang juga terjadi keributan memperebutkan jatah air,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Siprianus Pederiko dari kelompok Sina Muko Wato dari desa Kolisia B kecamatan Magepanda. Menurutnya, saat musim kemarau petani selalu kesulitan untuk mengairi sawah.

“Untung saja ada bantuan mesin pompa air dari Kodim 1603 Sikka sehingga bisa saya pergunakan untuk mengairi areal sawah milik anggota kelompok tani,” terangnya.

Menurut Sipri, sapaannya, pemerintah memang meminta agar petani menanam minimal dua kali setahun, tetapi kondisi air yang sangat terbatas, membuat mereka lebih memilih membiarkan sawahnya tidak ditanami.

“Kalau ada modal kita bisa tanam sayur-sayuran untuk sementara waktu sambil menunggu datangnya musim hujan. Pemerintah diharapkan mencari cara untuk mengatasi kondisi ini,” harapnya.

Sekretaris Dinas Pertanian kabupaten Sikka, Jemmy Sadipun mengatakan, kesulitan air untuk mengairi areal sawah memang selalu terjadi di musim kemarau sehingga para petani juga diminta untuk hemat dalam pemakaian.

“Untuk mengatasi permasalahan pembagian air memang sudah dibentuk kelompok yang bertugas mengatu untuk irigasi sawah, sehingga semua petani mendapatkan jatah yang sama,” ungkapnya.

Data yang diperoleh Cendana News menyebutkan, luas panen padi untuk wilayah kecamatan Magepanda 1.145 hektare yang tersebar pada lima Desa yakni Kolisia A, Kolisia B, Done,Magepanda dan desa Reroroja.

Taksiran produksi musim tanam bulan Oktober hingga Maret untuk Kecamatan Magepanda rata-rata sebanyak 8.244 ton gabah kering panen.

Lihat juga...