Peduli Korban Bencana Karateka BKC Kumpulkan Donasi

Editor: Mahadeva WS

LAMPUNG – Kepedulian kepada korban bencana alam di Palu, Donggala, Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih terus mengalir dari sejumlah daerah. Salah satu donasi diberikan oleh ratusan karateka, yang merupakan siswa sekolah, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.

Kafit Ibrahim, selaku Kepala Staf Pelatih (Kestapel) Bandung Karate Club (BKC) menyebut, pengumpulan donasi untuk korban bencana, merupakan bagian dari kepedulian siswa BKC yang berlatih di Dojo Anak Singkong, dan sejumlah dojo lain. Dojo atau tempat latihan Anak Singkong, yang berada di Desa Pasuruan, sengaja menggelar latihan gabungan bersama dengan sejumlah dojo lain, dengan instruksi membawa dua bungkus mie instan dan pakaian pantas pakai.

“Sepekan sebelumnya, anggota dojo sudah diberitahu agar membawa donasi, dalam bentuk makanan instan dan dikumpulkan saat latihan gabungan, Minggu (21/10/2018) kami salurkan melalui pemuda Pasuruan Serentak,” terang Kafit Ibrahim saat ditemui Cendana News.

Para karateka sebagai peserta latihan gabungan berasal dari Dojo SDN 2 Pasuruan, Dojo SDN Gedung Harta, Dojo SMP 2 Penengahan, serta sejumlah dojo lain. Latihan gabungan mengambil di area bangunan milik PGRI Penengahan. Latihan gabungan tersebut menjadi kesempatan untuk silaturahmi antar dojo di wilayah kecamatan Penengahan.

Ratusan siswa SD,SMP di wilayah kecamatan Penengahan, melakukan latihan gabungan Bandung Karate Club (BKC) di Dojo Anak Singkong Desa Pasuruan,Kecamatan Penengahan [Foto: Henk Widi]
Antusiasme siswa SD hingga SMP dalam cabang olahraga karate di Penengahan cukup bagus. Hal itu terlihat dari banyaknya siswa yang mengikuti ekstrakurikuler karate di setiap sekolah. Latihan gabungan digelar, sekaligus persiapan para atlet karate yang akan maju dalam kegiatan olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Pada latihan gabungan tersebut, sejumlah tekhnik diajarkan, berupa kata perseorangan dan bunkai (pertarungan).

Donasi yang terkumpul langsung diserahkan kepada Mohammad Hamzah, selaku koordinator Pemuda Pasuruan Serentak (Pempas), salah satu komunitas yang memiliki kepedulian untuk penggalangan donasi bagi korban bencana alam gempa bumi, tsunami di wilayah Palu, Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah.

Mohammad Hamzah, koordinator Pempas Serentak menyebut, kepedulian para siswa SD, SMP yang memiliki minat pada olahraga karate, dalam bentuk donasi kepada korban bencana akan dikumpulkan bersama donasi lain di posko penampungan. Sebelumnya, Pempas Serentak juga mengumpulkan donasi dalam bentuk sampah. “Donasi dalam bentuk sampah layak jual, berasal dari sejumlah sekolah sudah menjadi uang akan digabungkan dengan donasi yang sudah terkumpul,” beber Muhammad Hamzah.

Donasi dari sejumlah siswa sekolah melalui sampah juga ditambah dengan bantuan dari penggalangan di Jalinsum serta pasar tradisional Pasuruan. Pada puncak penggalangan donasi, Pempas Serentak akan menggelar konser Satu Gerakan Sejuta Harapan, pada 27 Oktober mendatang. Kegiatan tersebut akan diisi dengan penampilan band, bazaar, dan seluruh dana yang terkumpul akan disumbangkan ke korban bencana alam di Palu, Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah.

Pempas Serentak, masih menggalang donasi hingga akhir Oktober. Donasi selain berupa uang tunai, yang sudah terkumpul juga bantuan berupa bahan makanan, pakaian layak pakai untuk orang dewasa hingga anak-anak.

Lihat juga...