Peduli Gempa Sulteng, PPSU Serahkan Penggalangan Dana ke Anies
Editor: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerima bantuan sumbangan hasil penggalangan dana untuk para korban yang terdampak bencana gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, di Sulawesi Tengah. Dana bantuan yang terkumpul sebesar Rp26.143.000.
Pertemuan itu diwakili dari perwakilan Jakarta Elite Squad yang merupakan Komunitas Forum Komunikasi dan Silaturahim Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI Jakarta.
“Saya menerima teman-teman, Jakarta Elite Squad, Forum Komunikasi dan Silaturahmi PPSU DKI Jakarta. Mereka mengumpulkan dana untuk masyarakat (korban bencana) di Sulawesi Tengah,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018).
Dia mengapresiasi dengan kepedulian para sesama PPSU dari lima wilayah DKI Jakarta yang bakal menyalurkan bantuan tersebut ke para korban bencana di Sulawesi Tengah.
“Alhamdulillah, terima kasih. Insha Allah ini menjadi amal ibadah. Ini menunjukkan meskipun kita jauh dari Palu, Sigi, dan Donggala, tapi kita peduli. Pemprov DKI Jakarta juga bantu bencana dan ada pasukan juga tanggap bencana di sana,” ujarnya.
Anies menyampaikan, kalau persatuan PPSU DKI Jakarta itu, dalam melakukan penggalangan dana dengan menjual pin, topi dan baju. Selain itu mereka juga menjual aneka merchandise dalam waktu satu minggu dijual ke sesama rekan PPSU dan warga umum lainnya di Jakarta.
“Mereka bisa ngumpulin duit ini dari menjual pin, topi dan baju. Selain itu juga berupa merchandise ke rekannya maupun orang lajn,” paparnya.
Sementara, salah satu anggota Jakarta Elite Squad, Novita mengatakan, bahwa proses pengggalangan dana bantuan untuk korban bencana di Sulawesi Tengah sebelumnya diawali untuk mengumpulkan dana terlebih dahulu sebelum membuat pin, topi dan baju dari rekan-rekan PPSU.
“Kita patungan dulu untuk membuat baju, topi dan pin itu,” ucapnya.
Selain itu, ada beberapa wilayah lainnya maupun PPSU yang membuat stiker, ada pula donatur, dan semua berpartisipasi untuk membantu korban bencana Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah.
“Sesudah membuat pin, topi, dan baju juga stiker kami serahkan per wilayah. Pin itu seharga 5.000 rupiah, tapi kami tidak menetapkan 5.000 rupiah juga, ada yang membeli lebih sekalian menyumbang, ada yang 100.000 rupiah. Kami intinya, ini semua untuk korban di Palu, Sigi, dan Donggala.
Kami melaksanakan penjualan di luar jam kerja, teman-teman PPSU merasa terpanggil karena musibah tersebut untuk membantu satu sama lain. Kami melakukan ini atas dasar kemanusiaan dan atas nama bangsa Indonesia, kami merasa terketuk hatinya,” ungkapnya.