Oetari: Seni Atasi Perbedaan, Kita Semua Sama
Editor: Mahadeva WS
JAKARTA – Usia 10 tahun, tentu istimewa bagi penyelenggaraan sebuah festival. Begitu juga dengan penyelenggaraan Festival Budaya Anak Bangsa, yang digelar Yayasan Mekar Pribadi, bekerjasama dengan PKJ Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).
Festival Budaya Anak Bangsa, pada 2018 ini menginjak penyelenggaraan di tahun ke sepuluh. “Festival Budaya Anak Bangsa di 2018, menginjak sepuluh tahun penyelenggaraan, ini memang sangat istimewa bagi kita, dengan kolaborasinya lebih intensif, “ kata Ketua Yayasan Mekar Pribadi, Oetari Noor Permadi, kepada Cendana News, seusai rapat persiapan Festival Budaya Anak Bangsa X, Jumat (26/10/2018).
Oetari menyebut, kalau pertunjukan lain biasanya hanya diisi oleh satu sanggar, satu musik, dengan latihan bersama. “Kita mulai dari pentas masing-masing, seperti tarian, musik dan kostum sendiri-sendiri, kita mengarah menuju sebuah pertunjukan satu kostum, satu musik, satu cerita,” jelasnya.
Di tahun kesepuluh, Oetari mensyukuri peningkatan kualitas penyelenggaraan festival dibanding dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya. “Musiknya sama, seting waktu dengan seting lokasi sesuai cerita, jadi lebih taat sesuai dengan naskahnya,” tuturnya.
Pelaksanaan Festival Budaya Anak Bangsa 2018, bersamaan dengan ulang tahun TIM. Acara digelar dua hari, yaitu 10-11 November 2018, dan 18-20 November 2018. Karena 20 November adalah peringatan Hari Anak Sedunia, maka pertunjukan dipisah, pertunjukan digelar pada 10-11 November 2018. Sedangkan untuk lomba, digelar pada 20 November 2018. “Di antara waktu itu ada workshop,” jelasnya.
Sanggar-sanggar yang terlibat pentas kerjasama, yaitu SD 06 Muhammadiyah, Teater Kaki, Ponpes Sahid, Sanggar Suargaloka, Sanggar Edelweis, Sanggar Syafyani, Sanggar Indopro, dan Teater Kafi. “Kita semua kompak kerjasama dalam pentas bersama,” pungkasnya.