Nonton Kejayaan Indonesia di Teater IMAX Keong Emas TMII
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Teater IMAX Keong Emas merupakan wahana rekreasi dengan konsep edutainment atau edukasi dan entertainment yang merupakan ikon Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Gedung teater berbentuk Keong Emas ini dibangun atas prakarsa dan gagasan Ibu Negara Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto, dan di resmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1984.
“Ini adalah Teater IMAX pertama di Indonesia yang dibangun atas prakarsa dan ide cemerlang Ibu Tien Soeharto dalam upaya pelestarian budaya bangsa. Nama Keong Emas dipilih Ibu Tien karena bermakna legenda rakyat Jawa,” kata Manager Teater IMAX Keong Emas, Ery Subada kepada Cendana News, Minggu (28/10/2018).

Dia menjelaskan, dalam rangka melengkapi TMII dengan khasanah kebudayaan Indonesia, itulah terpikir oleh Ibu Tien untuk membangun sebuah wahana yang menghadirkan keindahan dan kekayaan alam serta budaya Indonesia dalam bentuk gambar yang nyata, hidup dan mengesankan.
Ibu Tien selaku Ketua Yayasan Harapan Kita (YHK) menggagas dibangunnya gedung bioskop. Namun bukan sembarang gedung bioskop, tapi gedung yang canggih dan merefleksikan kecintaannya terhadap seni budaya Indonesia bernama Teater IMAX Keong Emas TMII.
Menurutnya, dengan mengemban misinya sebagai wahana pelestarian dan pengembangan budaya bangsa Indonesia melalui penayangan audio visual dengan menggunakan teknologi Sinematographi Modern IMAX.
Gedung Teater IMAX Keong Emas TMII berkapasitas tempat duduk reguler sebanyak 811 orang dan VIP sebanyak 36 orang. Layar berukuran 21,5 x 29,3 meter yang dilengkapi dengan menggunakan teknologi sinematographi modern proyektor IMAX format film 70 mm.
Penayangan film dalam skala layar yang super besar memberikan impresi yang luar biasa bagi penonton. Yakni seakan mereka berada didalamnya, dan ikut berperan sebagai pemain.
“Teknologi film IMAX menunjukan kecanggihan dan kemampuan untuk menumbulkan daya tarik kuat yang membuat penonton berdecak kagum,” ujarnya.
Film yang ditayangkan salah satunya adalah keindahan alam dan keagungan seni budaya Indonesia. Perpaduan inilah yang membuat Teater IMAX Keong Emas menjadi pelengkap bagi usaha mewujudkan visi dan misi TMII sepanjang masa.
Hal ini digarisbawahi oleh Ibu Tien dalam sambutan peresmian Teater IMAX Keong Emas TMII pada 20 April 1984: ”Dengan peresmian proyek Keong Emas ini berarti Taman Mini Indonesia Indah telah bertambah maju lagi dalam melaksanakan fungsinya sebagai taman pendidikan dan taman rekreasi yang segar bagi masyarakat umumnya dan kaum muda khususnya.
Dengan menampilkan film dalam bentuk dan skala besar melalui sistem IMAX, yang mempertunjukkan keanekaragaman dan keindahan alam serta budaya Indonesia, dan karya-karya besar bangsa Indonesia. Dengan menyaksikan film ini, diharapkan kita akan makin mengenal, mencintai, dan bangga kepada tanah air kita Indonesia.”
Selaras dengan sambutan yang disampaikan Ibu Tien, Presiden Soeharto sebelum meresmikan penggunaan wahana tersebut menyatakan, dengan selesainya pembangunan sebuah teater khusus “Keong Emas” yang akan memutar film mengenai keindahan Indonesia dalam teknik film imax yang masih langka di dunia, rakyat akan berkesempatan untuk memperoleh tambahan sarana hiburan.
Gedung pertunjukan yang digagas Ibu Tien ini sungguh unik, memadukan unsur tradisonal dan modern karya arsitektur anak bangsa Indonesia.
Dengan perencanaannya dilakukan oleh konsorsium konsultan PT Tripanoto Sri dan PT Pola Dwipa dengan pimpinan It. Soeroso SR mengerahkan sejumlah arsitek handal. Yakni Dipl. Ing. Eddy W. Utoyo, Ir. Timmy Setiawan, Ir. Doeachir, Ir. Imam Soedibyo dan tenaga ahli lainnya. Sedangkan kontraktor pembangunan dipercayakan kepada PT Wijaya Kusuma Contractors.
Gedung yang menempati salah satu lahan di komplek TMII mulai dirintis pembangunannya sejak tanggal 20 April 1982 dengan ditandai dengan pemancangan tiang pertama oleh Ibu Tien Soeharto.
Gedungnya berbentuk laksana seekor keong, demikian pula elemen-elemen estetik bangunan menampilkan khasanah tradisional yang diinspirasi dari cerita rakyat Jawa, yakni cerita Panji Keong Emas TMII.
Beberapa film yang ditampilkan, antara lain film Indonesia Indah I, Anak-Anak Indonesia, Indonesia Untaian Manikam di Katulistiwa, dan Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia. Semuanya menunjukan keindahan lingkungan, kekayaan alam dan keragaman budaya Indonesia.
“Bagaimana anak-anak ingin tahu keindahan dan kekayaan seluruh provinsi Indonesia bisa nonton Indonesia Indah di Teater IMAX Keong Emas TMII,” ujarnya.
Namun demikian, jelas Ery, tayangan film Indonesia Indah tersebut masih menampilkan 27 provinsi. Sedangkan sekarang telah bertambah menjadi 34 provinsi, sehingga dia berharap pemerintah membuat film terbaru menampilkan ragam budaya ke 34 provinsi di Indonesia.
“Ini usulan, sebagai warga masyarakat mungkin pemerintahan kedepan bisa bikin film 34 provinsi dengan ragam budaya, adat istiadat dan agama disatukan dalam sebuah tayangan keindahan Indonesia. Dan anak-anak Indonesia diwajibkan untuk nonton,” tandasnya.

Suasana pintu masuk Teater IMAX Keong Emas TMII, Jakarta, Minggu (28/10/2018) – Foto: Sri Sugiarti
Dalam perkembangan zaman, pemutaran film tidak hanya menampilkan film-film seri Indonesia Indah saja. Namun juga diselingi dengan memutar film-film impor yang bernuansa pendidikan dengan tema-tema hiburan, ilmu pengetahuan dan teknologi, maupun tema-tema lingkungan hidup.
Seperti pada bulan Ramadhan tahun ini, Teater IMAX Keong Emas sukses menampilkan Rocky Mountain Express. Film ini berkisah petualangan membangun kereta lintas benua.
Adapun inovasi-inovasi sebagai langkah atas permintaan pasar, jelas Ery, Teater IMAX Keong Emas TMII menghadirkan fasilitas terbaru, yaitu New Proyektor Epson EB-L25000 dan Multifuncation Stage.
“Fasilitas ini untuk melengkapi dan mendukung berbagai kegiatan yang sebelumnya belum dapat dilakukan di Teater IMAX Keong Emas,” ujarnya.
Ery berharap dengan adanya fasilitas baru ini diharapkan berbagai kegiatan dapat dilakukan, antara lain pemutaran film selain film IMAX, yaitu pemasangan iklan oleh principle, mitra kerja kegiatan presentasi, dan seminar pertunjukan seni.
Seperti sebut dia, mini konser, stand up comedy, tarian dan berbagai hiburan di area multifunction stage, launching product, wisuda, nonton bareng dan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh teknologi kekinian dari Epson EB-L25000 U yang memiliki keunggulan kecerahan tampilan dengan susunan lensa 4K compatible yang dapat digerakkan. Dimana ketika dipasangkan dengan fitur 4K enhancement membuat gambar yang diproyeksikan seolah nyata.
Selain fasilitas baru, Teater IMAX Keong Emas TMII juga memiliki program edukasi terbaru yang diberi nama EduMovie.
Menuruthya, EduMovie merupakan kegiatan pembelajaran sinematografi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi masa kini. Sehingga masyarakat dengan mudah dapat membuat sebuah film dengan mudah.
EduMovie ini merupakan kegiatan kerja sama antara Teater IMAX Keong Emas dan G16 Productions yang didukung pengajar profesional di dunia perfilman.
Adapun target program ini adalah, kata dia, masyarakat milenial, pelajar dan mahasiswa. “Kedua inovasi baru kami memberikan edukasi kepada masyarakat milenial, pelajar dan mahasiswa. EduMovie, contohnya,” ujarnya.
Selain untuk menyaksikan pemutaran film, tambahnya, Teater IMAX Keong Emas juga telah banyak bekerjasama dengan mitra untuk menyelenggarakan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan, seni, budaya, olahraga, hiburan dan kegiatan bisnis lainnya.
Kegiatan yang pernah dilaksanakan antara lain porseni, manasik haji, pentas seni, gathering perusahaan, wedding, wisuda, outbond, dan masih banyak lagi. Kegiatan tersebut sebagian besar dilaksanakan di luar area gedung Teater IMAX Keong Emas TMII.