Nanas Petani Karimun Penuhi Kebutuhan Ekspor ke Singapura

KARIMUN  – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menyatakan tetap akan ekspor perdana komoditas nanas ke Singapura meski hasil panen masih sedikit.

“Ekspor perdana akan tetap kita laksanakan pada 20 Oktober ini, walaupun volumenya masih sedikit, belum sesuai target,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Karimun, Muhammad Affan di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Muhammad Affan mengatakan, sesuai rencana dan berdasarkan bobot kapal pengangkut, volume nanas yang akan diekspor sekitar 20 ton untuk sekali angkut.

Namun, karena hasil panen petani bulan ini sedikit, maka volume ekspor nanas perdana ini hanya separuhnya, atau sekitar 10 ton.

Dia mengatakan, tetap akan melakukan ekspor perdana sesuai rencana karena semua dokumen dan perizinan sudah dipersiapkan, dan kapal pengangkut juga sudah siap.

Pihak karantina pertanian, menurut dia, juga sudah melakukan pemeriksaan, dan nanas yang akan diekspor dinyatakan bebas dari penyakit kekarantinaan atau bersih dari organisme pengganggu tanaman.

“Jadi tidak mungkin kita tunda, nanas yang akan diekspor juga sudah dibungkus (dalam kapal),” ujarnya.

Disinggung soal sedikitnya panen nanas petani bulan ini, Affan mengatakan, hal itu bukan karena keterbatasan lahan atau kekurangan kelompok tani, tapi disebabkan petani memang tidak menanam nanas dalam jumlah banyak.

“Petani biasanya menyesuaikan kondisi dan kebutuhan pasar. Ada momen tertentu mereka panen lebih banyak. Karena kita mulai ekspor, maka kita tata ulang sehingga hasil panen sesuai target,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ekspor perdana dengan volume yang sedikit memang kurang menguntungkan karena biaya angkut dihitung sama dengan bobot kapal.

“Kapalnya 20 ton, kalau bawa 10 ton biayanya sama. Tapi untuk tahap awal tidak apa-apa. Yang penting kita mulai dulu,” ucapnya.

Dia mengakui rencana ekspor nanas memiliki banyak tantangan dan hambatan, mulai dari kendala kapal pengangkut hingga ketersediaan hasil panen yang memadai.

Ekspor nanas ini sudah direncanakan lebih dari setahun yang lalu, sehingga dia bertekad untuk memulainya pada 20 Oktober 2018.

“Penampung sudah ada di Singapura. Mereka bahkan minta pasokan nanas setiap setengah bulan. Dan beberapa hari lalu kita ke Singapura untuk membahas rencana ekspor perdana ini,” ucap Muhammad Affan. Pengembangan komoditas nanas dipusatkan di Pulau Kundur pada lahan seluas sekitar 200 hektare.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan Pertanian Karimun memasukkan ekspor nanas dalam program Lumbung Pangan Berbasis Ekspor (LPBE). (Ant)

Lihat juga...