Menikmati Manis Gurihnya Jajanan Legendaris Serabi Petulo
Editor: Mahadeva WS
MALANG – Satu lagi kuliner legendaris yang layak dicoba saat berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur. Berbahan dasar tepung beras, Serabi Petulo, menjadi salah satu jajanan favorit warga Malang, yang ingin bernostalgia dengan panganan lawas.
Walupun sudah jarang ditemui, ada beberapa penjual yang masih setia menjajakan jajanan tradisional, bercita rasa gurih manis tersebut. Salah satunya adalah, Joko Santoso (70), yang sudah mulai berjualan Serabi Petulo sejak 1995.
Meskipun sudah berusia lanjut, Joko tidak pernah bosan menjajakan Surabi Petulonya setiap hari, dengan menggunakan gerobak dorong. “Sudah 23 tahun saya berjualan Surabi Petulo yang merupakan jajanan khas Blitar,” ujarnya saat ditemui Cendana News, Sabtu (20/10/2018).
Walaupun jajanan khas Blitar, Serabi Petulo, banyak dijual di beberapa wilayah lain, salah satunya di Malang. Setiap hari, Joko mendorong gerobak dari rumahnya yang berada di daerah Bareng raya, menuju tempat berjualan di sekitaran kampus Universitas Negeri Malang (UNM).

Dalam sehari, Joko mampu menjual 80 porsi, dengan harga Rp8 ribu, harga yang sangat terjangkau. Waktu berdagang Joko mulai dari pukul 12.00-19.00 WIB. Harga tersebut sudah termasuk tambahan ketan berwarna hijau sebagai pelengkap hidangan. “Kadang juga ada yang pesan 900 porsi untuk acara pernikahan,” ungkapnya.
Membuat Serabi Petulo, dilakukan dengan beberapa bahan seperti, tepung berasa, tepung terigu, santan, ragi dan sedikit garam. Dalam proses pembuatan, semua bahan dicampur menjadi satu, hingga tercampur, kemudian, didiamkan beberapa menit. Setelah itu baru dicetak menggunakan cetakan tanah liat hingga matang. Sedangkan untuk membuat petulo, diperlukan tepung beras, pewarna makanan dan santan, yang kemudian dicampur serta dimasak diatas kompor hingga mengental dan matang.
Setelah itu dimasukkan ke dalam cetakan, untuk selanjutnya di kukus. Sedangkan untuk kuah, cukup menggunakan santan dan gula merah atau gula putih yang telah dimasak hingga matang. Rasa gurih santan dan manisnya gula menjadikan Serabi Petulo menu yang nikmat dilidah. “Untuk menjaga kualitas, tepung beras yang digunakan adalah tepung beras asli tanpa campuran,” pungkasnya.