Lekun Merah, Makanan Khas Etnis Krowe
Editor: Mahadeva WS
MAUMERE – Lekun merupakan makanan khas, berupa kue berbentuk bundar, yang biasa disajikan untuk dikonsumsi saat minum teh dan kopi, pada acara Etnis Krowe.
Lekun Merah, biasa muncul di acara adat hantaran, yaitu acara sebelum perkawinan di kalangan etnis Krowe di kabupaten Sikka. “Lekun merupakan makanan khas semacam kue etnis Krowe yang mendiami kecamatan Kewapante, Hewokloang, Bola dan Doreng, di wilayah tengah kabupaten Sikka,” sebut Fransiska Nona, warga Sikka, Sabtu (20/10/2018).
Untuk membuat Lekun, si pembuat harus benar-benar pantang mengucapkan kata-kata bernada makian, umpatan dan kata-kata kotor lainnya. Si pembuat harus benar-benar bersih. “Bila orang tersebut melanggar pantangan, maka Lekun yang sedang dibuat saat dihidangkan akan terasa tidak enak, dan basi, sehingga membuat orang tidak bisa mengkonsumsinya,” tandasnya.
Lekun bagi etnis Krowe, disajikan oleh pihak perempuan kepada pihak laki-laki, saat acara adat hantaran atau pinangan, sebelum pernikahan. Dalam acara tersebut, pihak laki-laki datang membawa, kuda, uang, gading, emas dan pakaian wanita. “Untuk membalas apa yang dibawakan pihak laki-laki, keluarga perempuan biasanya meletakan Lekun, arak atau Moke, beras dan kain tenun laki-laki dan perempuan di dalam Sodu, sebuah bakul besar, yang dianyam dari daun Lontar. Juga diberikan binatang,” ungkapnya.
Selain disajikan saat acara pinangan, Lekun juga biasa disajikan saat acara pesta pernikahan, sambut tahun baru dan pesta lainnya. Serta disajikan kepada para tamu sebagai bentuk penghormatan. “Lekun juga disajikan setiap hari kepada para tamu, sebagai padanan saat minum teh dan kopi. Bahkan kini Lekun juga bisa dibuat dan dijual agar bisa dikonsumsi masyarakat umum,” terangnya.

Maria Wiliborda, warga Sikka lainnya menjelaskan, Lekun merupakan makanan tradisional etnis Krowe, dibuat dari tepung beras hitam, kelapa parut dan gula Aren. “Tepung beras hitam dan kelapa parut, serta diaduk dan diremas hingga merata, sambil ditambahkan sedikit air. Siapkan bambu yang sudah dipotong-potong berukuran sekitar 30 sentimeter dan dibersihkan bagian dalamnya,” terangnya.
Semua adonan kemudian dimasukan ke dalam bambu, dan dibakar di bara api. Bila bagian luar bambu gosong atau berwarna hitam, pertanda adonan Lekun sudah matang, maka Lekun siap diangkat. “Bambu berisi Lekun dibelah dan Lekun yang masih berbentuk bulat panjang tersebut pun diiris tipis-tipis, sesuai selera, dan dihidangkan kepada para tamu,” pungkasnya.