Grebek Bakpia, Gunungan Bakpia Diarak dan Diperebutkan
Editor: Mahadeva WS
YOGYAKARTA – Ribuan masyarakat di Yogyakarta, mengikuti acara Grebeg Bakpia, yang digelar di pusat oleh-oleh khas bakpia, Pathuk, Ngampilan Kota Yogyakarta, Sabtu (20/10/2018).
Sebanyak lima gunungan berisi, sekira 10 ribu bakpia, diarak dan dibagikan gratis, kepada warga masyarakat yang hadir di sekitar kawasan Jalan KS Tubun, yang merupakan kawasan sentra industri bakpia di Yogyakarta.

Ketua Rintisan Budaya Kelurahan Ngampilan, Kusmantoro, mengatakan, acara Grebeg Bakpia rutin digelar setiap tahun. Kegiatannya, sebagai upaya memperkenalkan bakpia, kepada masyarakat, sekaligus wujud syukur para pelaku usaha bakpia di Yogyakarta. Lima gunungan bakpia sendiri terdiri dari satu gunungan lanang, satu gunungan putri dan tiga gunungan anakan.
Karnaval dimeriahkan gelar potensi kesenian dari 13 RW, di Kecamatan Ngampilan dan pelajar dari sejumlah sekolah yang ada di wilayah tersebut. Arak-arakan gunungan diarak dimulai dari Jl KS Tubun, menuju jalan Letjend Suprapto ke selatan, menuju Ngabean, ke arah timur menuju Jl KH Ahmad Dahlan, dan kembali ke Jalan KS Tubun, melewati jalan Bayangkara.
“Gunungan lanang dan wadon berisi sekira 6.000 bakpia, sedangkan tiga gunungan anakan jumlahnya ada 4.000 bakpia. Selain itu di sepanjang jalan juga terdapat stan-stan yang membagikan bakpia untuk warga. Agar yang tidak ikut merayah tetap kebagian,” tambahnya.
Setelah didoakan dan dilepas oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, ribuan bakpia langsung diperebutkan. Dalam sekejap, lima buah gunungan bakpia ludes diserbu warga. Mereka saling berebut, untuk mendapat bakpia yang telah dikemas di dalam ribuan plastik.
Salah seorang produsen bakpia, Atik, mengaku rutin mengikuti kegiatan tersebut setiap tahunnya. Pengusaha bakpia ini berharap, melalui kegiatan semacam ini, usaha bakpia di Yogyakarta semakin berkembang. Dan bakpia tetap bisa menjadi oleh-oleh khas Yogyakarta, yang dikenal luas setiap wisatawan. “Harapannya agar bakpia semakin dikenal, sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta. Sehingga setiap kali wisatawan berkunjung ke Yogyakarta selalu tak lupa membeli bakpia,” katanya.
Salah seorang pengunjung, Herawati, asal Kalimantan mengaku, baru pertama kali ikut dalam acara tersebut. Ia cukup antusias mengikuti acara, karena terbilang unik dan tidak biasa. “Ini dapat berberapa tadi hasil merayah. Ya senang, seru banget. Karena ini juga baru pertama kali ikut. Bagus sih, semoga bisa terus dilestarikan, untuk semakin mengenalkan bakpia sebagai makanan khas Jogja,” pungkasnya.