Kaltara Pulangkan Warganya dari Palu
TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah berkoordinasi dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut, untuk membantu pemulangan ratusan warganya dari Sulawesi Tengah. Mereka adalah warga yang belajar di daerah terdampak gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.
Ratusan pelajar asal Kaltara yang menuntut ilmu di berbagai pasantren di Palu, kini ditampung di Pesantren Al-Khairaat. “Untuk biaya pemulangan, nanti akan dibantu Pemprov Kaltara melalui Biro Kesra,” kata Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, di Tanjung Selor, Rabu (3/10/2018).
Pemerintah Kaltara sudah membentuk tim kecil, guna menggalang dan menyalurkan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu. Termasuk membantu mengevakuasi warganya dari lokasi bencana. Tim yang akan dikoordinasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Asisten I Sekretariat Provinsi Kaltara itu, juga akan membantu upaya pemulihan trauma korban gempa di Palu.
Aparat Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI) dan lembaga terkait lainnya masuk dalam tim tersebut.
Kaltara juga mengirimkan 50 sukarelawan ke lokasi bencana. Mereka bertugas membawa bantuan logistik, serta menjalankan tugas kemanusiaan di Palu dan Donggala. Target utamanya membawa pulang ratusan pelajar dari sejumlah daerah di Kaltara yang menuntut ilmu di Palu, dan kini mengungsi di Pesantren Al-Khairaat.
“Saya minta tim ini dan siapa saja yang terlibat di dalamnya persiapan harus dimatangkan dalam sepekan ini. Kita fokus terlebih dahulu untuk menolong warga Kaltara yang ada di lokasi bencana. Meski kondisinya aman, tapi mereka kekurangan logistik berupa makanan dan air minum,” pungkas Irianto. (Ant)