Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Lampung Melimpah
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Hasil tangkapan nelayan di wilayah pesisir Timur Lampung Selatan, dalam beberapa pekan awal Oktober mulai berangsur membaik. Hasan (30), salah satu nelayan di pelabuhan pendaratan ikan Muara Piluk Bakauheni, Lampung Selatan, menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) tidak mempengaruhi kegiatan nelayan.
Menurutnya, kebutuhan akan ikan laut di wilayah Bakauheni, cukup tinggi dengan banyaknya pemilik usaha kuliner di wilayah tersebut. Sejumlah usaha kuliner berupa restoran, warung kecil berkonsep serba sepuluh ribu (Serbu) kerap membutuhkan jenis ikan Selar, Tengkurungan,Simba dan Tuna dan ikan lain kerap digunakan untuk lauk. Jenis ikan segar tersebut menurutnya sudah dipesan oleh para pelele (pedagang ikan keliling) atas pesanan pemilik restoran dan warung makan.
“Kebutuhan akan ikan segar mulai mengalami peningkatan sejak dua tahunan terakhir, awalnya hanya untuk pasokan restoran besar, tapi tren saat ini bermunculan usaha kuliner membuat kami tidak kesulitan menjual ikan laut,” terang Hasan, nelayan di pesisir timur Lampung Selatan yang mendarat di dermaga Muara Piluk Bakauheni, saat ditemui Cendana News, Sabtu (6/10/2018).
Hasan menyebut, sejumlah nelayan bagan congkel dan bagan mini kerap menjual ikan hasil tangkapan ke pelelangan ikan. Sejumlah nelayan kecil dengan modal terbatas, memilih menjual ikan kepada para bos ikan yang langsung terhubung dengan pemilik usaha kuliner.
