Gerakan Membuat Aisyah Jatuh Cinta Dengan Jaipong
Editor: Mahadeva WS
BEKASI – Pesatnya, perkembangan dunia seni tari melalui tari komtemporer, tidak menghalangi generasi muda, untuk tetap menjaga tari tradisional tetap bertahan tak lekang ditelan jaman.
Siti Aisyah, siswa kelas 11 SMK Bisnis Informatika Kota Bekasi, salah satu belia penerus Tari Jaipong, sebagai salah satu tari khas Jawa Barat. Berkat keterampilan menari Jaipong, Dia mampu membawa nama sekolah ataupun sanggar tempatnya berlatih, menjadi juara perlombaan tari tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Mulai menyukai dunia tari, sejak kecil. Karena ikut kakak Aisyah, saat masih di Lampung, Dia suka dipanggil untuk menari. Dan Alhamdulillah hobby nari ini bisa memberi penghasilan sendiri bagi saya,” tutur Aisyah kepada Cendananews, Minggu (14/10/2018).
Aisyah, baru dua tahun tinggal di Kota Bekasi. Setelah lulus SMP di Lampung Selatan, Dia melanjutkan sekolah di SMK Bisnis Informatika Kota Bekasi. Aisyah ikut orang tuanya yang lebih dulu tinggal di Bekasi karena bekerja. Namun karena bakat menari sudah tertanam dalam jiwanya sejak dari Lampung, di Bekasi Dia terus berkembang, dari sekolah dan bergabung dengan Sanggar Pasundan di Kelurahan Sumurbatu.
Ketika masih SMP di Provinsi Lampung, Aisyah sudah beberapa kali ikut perlombaan menari dan muncul sebagai juara, baik di tingkat Kabupaten dan provinsi. Di Lampung terkenalnya Tari Siger Pangunten dan Zapin Lampung, selalu di perlombakan. Meski terbilang baru dua tahun di Kota Bekasi, Aisyah mengaku mengagumi Tari Jaipong.
“Saya suka Tari Jaipong, setelah berada di Jawa Barat ini. Tari Jaipong, tariannya cukup aktif dan seperti ada gerakan silat-silatnya,” ujar peraih Juara tingkat Provinsi Jawa Barat dengan Tari Mojang Parahyangan.
Saat ini, Aisyah, putri pasangan Lampung dan Jawa tersebut, sudah bisa memiliki penghasilan sendiri dari menari. Setiap minggu atau hari libur, selalu kebanjiran job menari di berbagai acara, baik di hotel ataupun tempat hajatan tertentu di Kota Bekasi. Disamping itu, Dia juga mengajar tari di beberapa tempat untuk anak SD dan SMP.
“Awal di Bekasi, memang sempat mendapat tentangan dari orang tua, karena setiap hari minggu tidak pernah di rumah. Tetapi setelah ayah, tahu bahwa Aisyah bukan keluar main melainkan berkumpul di Sanggar dan mengajar tari sekarang orang tua sudah mengizinkan,” papar Aisyah.
Berbagai tari, telah dikuasainya, selain tari dari Lampung, tari khas Bekasi juga sudah dikuasai seperti, Tari Sirih Kuning, Tari Rampak, Tari Mojang dan Tari Dodol Giram. Jenis tarian tersebut, selalu diminta untuk ditampilkan dalam undangan tertentu.
“Alhamdulilllah setiap minggu sekarang tidak pernah kosong, selalu saja ada panggilan untuk menari. Disamping itu saya selalu mengajar tari, di sanggar atau ditempat tertentu, dengan bayaran lumayan lah untuk jajan meringankan beban orang tua,” ujar penari yang ingin memiliki sanggar tari sendiri tersebut.
Kepala Sekolah SMK Bisnis Informatika Kota Bekasi, Ida Syaidah, mengakui bahwa bakat Siti Aisyah untuk menari cukup bagus. Dikatakan, dari awal mulai sekolah, guru kesenian di SMK Bisnis Informtika sudah melihat bakat itu, dan terus diarahkan melalui pelajaran ekstra kurikuler (Eskul) disekolah.
“Guru kesenian SMK BIsnis Informatika, kebetulan punya sanggar, selain di sekolah Aisyah juga ikut di sanggar. Jadi dia sudah biasa tampil di berbagai acara di Kota Bekasi. Bahkan kala ada acara partai politik sepertinya sudah menjadi pelanggan tetap,” pungkasnya.