DLH Bekasi Kekurangan Truk Sampah
Editor: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Jumhana Lutfi, mengakui jika Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi masih kekurangan truk pengangkut sampah. Dampaknya ada sekitar 1200 ton sampah yang tidak terangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) setiap harinya.
“Saat ini hanya sekitar 230 truk pengangkut sampah yang dimiliki Pemkot Bekasi. Idealnya truk pengangkut sampah di Kota Bekasi 500 unit,” papar Jumhana Luthfi, Rabu (24/10/2018).
Menurutnya, Kota Bekasi terdiri dari sekitar 1.304 RW, mestinya setiap dua wilayah RW, disiapkan satu truk sampah. Sehingga tidak ada lagi sampah tersisa tidak terangkut setiap harinya.
“Jika mengikuti kebutuhan truk sampah di Kota Bekasi, masih kurang 270-an lagi. Karena yang ada saat ini 230 truk sampah dan itu kondisinya banyak yang tidak memadai,” ujar Jumhana, mengakui truk sampah banyak belum standar.
Dikatakan, Dinas LH dalam rangka mengatasi kekurangan truk sampah sudah melakukan terobosan dengan menyediakan Bank Sampah yang tersebar di kecamatan dan kelurahan se-Kota Bekasi. Total Bank Sampah yang disiapkan mencapai 211.
Melalui Bank Sampah, jelasnya, masyarakat bisa memanfaatkan untuk memilah sampah organik dan non-organik. Untuk dikelola menjadi pupuk dan sampah non-organik, bisa pula dimanfaatkan untuk dijual.
“Ada sebagian bank sampah, sudah memiliki mesin pencacah yang diberikan LH Kota Bekasi. Ada sebagian yang memang disiapkan warga,” jelas Jumhana.
Lebih lanjut, dia mengakui, selama ini pengangkutan sampah dari rumah tangga di Kota Bekasi hanya dilakukan empat hari sekali. Hal tersebut karena keterbatasan truk pengangkut. Harusnya pengangkutan dilakukan dua kali sehari atau bahkan setiap hari.
Untuk tahun 2019, DLH Kota Bekasi, ungkap Jumhana, sudah mengusulkan untuk penambahan 20 unit. Tetapi sampai saat ini masih dalam pembahasan. Setiap tahun secara bertahap akan diusulkan. Namun, imbuhnya, tergantung kemampuan anggaran.
Sementara, Camat Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Taufik Hidayat, menyatakan untuk menciptakan penghijauan lingkungan, pihaknya menyiapkan pohon khusus untuk disebarkan di setiap kelurahan.
Berbagai pohon yang disiapkan jenis produktif, seperti pohon trembesi, mangga dan sejenisnya. Stok pohon itu disiapkan bagi RT/RW yang akan melakukan penghijauan di lingkungannya.
“Kecamatan Medan Satria, sudah lama menyiapkan pohon, untuk didistribusikan ke RT/RW di masing-masing kelurahan,” ungkap Taufik, juga menyatakan RW/RT bisa datang mengambil kapan saja.
Dikatakan, stok pohon yang ada di Kecamatan Medan Satria, merupakan sumbangan dari pihak ketiga dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menjaga penghijauan lingkungan.