Dermaga Baru Laurens Say Bisa Digunakan untuk Peti Kemas
Editor: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Dermaga baru di pelabuhan Laurens Say yang dibangun menggunakan dana dari Kementerian Perhubungan RI bisa dipergunakan sebagai pelabuhan peti kemas selain untuk dermaga kapal penumpang.
“Dermaga ini juga bisa dipergunakan untuk kapal kontainer dan areal pelabuhan. Bisa pula dipergunakan sebagai tempat penumpukan peti kemas,” sebut kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say Maumere, Yohanes Kumanireng, Senin (15/10/2018).
Dikatakan Anis, sapaannya, jika Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) sudah ditandatangani Dirjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan RI, KSOP Laurens Say akan bekerja sama mengoperasikan dengan PT. Pelindo III cabang Maumere.
“Kalau BASTO sudah ada, maka kami akan menandatangani Kerja Sama Pemanfaatan. Sebab Pelindo kan operator. Kerja samanya akan ditandatangani di Surabaya, sebab kantor Pelindo III dan KSOP Perak ada di Surabaya,” ungkapnya.

Nanti di Surabaya, terang Anis, tenaga ahli akan mengukur berapa luas yang akan dipergunakan oleh PT. Pelindo. Termasuk akan dihitung berapa biaya sewa yang akan diberlakukan kepada perusahaan milik negara tersebut.
“Selain untuk kapal barang dan kontainer, pelabuhan ini bisa juga dipergunakan untuk kapal penumpang dan kargo. Sebab kedalamannya 30 meter sehingga saat air surut terjauh pun kapal bisa bersandar dengan aman dan nyaman,” terangnya.
Pembangunan dermaga ini, kata Anis, menggunakan sumber dana dari APBN Kementrian Perhubungan RI tahun 2016 sebesar Rp25,28 miliar. Pembangunan dilakukan secara bertahap termasuk pembangunan kantor KSOP Laurens Say di dalam areal ini.
“Dermaga ini panjangnya 62 meter dan lebar 14 meter yang dilengkapi dengan solar cell sebanyak 14 titik. Sementara kantor KSOP Laurens Say di dalam areal pelabuhan dibangun dengan anggaran tahun 2017,” bebernya.
Kantor KSOP Laurens Say memiliki luas 520 meter persegi, dimana halaman kantor memiliki luas 980 meter persegi dengan menggunakan anggaran APBN sebesar Rp9,02 miliar.
General Manager PT. Pelindo III cabang Maumere, Y. Andri Kartiko mengakui, pihaknya memang berencana mempergunakan dermaga yang baru diresmikan pengoperasiannya untuk bongkar muat peti kemas.
“Kalau sudah ditandatangani kesepakatan, maka kami akan mengoperasikan dermaga ini sebagai dermaga peti kemas juga. Sebab dermaga yang lama juga sudah penuh dengan kontainer,” ungkapnya.
Dengan pengoperasian dermaga baru, waktu bongkar muat kontainer pun, kata Andri, bisa lebih cepat sehingga waktu tunggu kapal bisa berkurang. Karena bisa menggunakan dua dermaga untuk bersandar.