Kemenhub Perbaiki Lampu Rusak di Jalinsum Lampung

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) melakukan perbaikan sejumlah lampu penerangan jalan di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Provinsi Lampung.

Bayu, kontraktor perbaikan lampu jalan dari PT Puri Metropolitan Jakarta yang ditugaskan Dirjen Hubdat Kemenhub menyebut, ada sebanyak 92 titik lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang diperbaiki pada ruas Jalinsum.

Lampu yang diperbaiki diakuinya semula merupakan lampu tenaga surya (solar cell) yang rusak pada bagian baterai sehingga harus dilakukan penggantian.

Bayu dibantu sejumlah pekerja menyebut, sudah mulai melakukan perbaikan sejumlah fasilitas lampu penerangan jalan umum sejak awal Oktober silam. Perbaikan dimulai dari sejumlah titik lampu rusak di Bakauheni hingga ke titik Desa Merak Belantung Kalianda dengan prioritas sejumlah lampu yang padam.

Bayu (kaos merah) kontraktor PT Metropolitan Jakarta yang ditugaskan Dirjen Hubdat Kemenhub memperbaiki sejumlah titik lampu penerangan jalan rusak di Jalinsum [Foto: Henk Widi]
Sejumlah lampu padam dengan tenaga surya diakuinya rata-rata mengalami kerusakan pada bagian panel tenaga surya, baterai serta lampu LED yang rusak akibat faktor usia serta hilang akibat dicuri oleh oknum tak bertanggungjawab.

“Kemenhub melalui Dirjen Hubdat menugaskan kami untuk melakukan pemeliharaan, perbaikan pada sejumlah lampu penerangan jalan umum di titik jalan nasional. Semula menggunakan tenaga matahari tapi akan diganti menggunakan listrik PLN,” terang Bayu, kontraktor perbaikan lampu penerangan jalan umum, saat ditemui Cendana News di Jalinsum Desa Sukabaru, Senin (15/10/2018).

Bayu memastikan proses perbaikan tersebut dilakukan dengan skala prioritas sehingga sebelumnya telah dilakukan pendataan. Sesuai dengan data awal sejumlah lampu penerangan jalan umum di Jalinsum merupakan milik Kemenhub.

Sementara sebagian merupakan aset milik pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di ruas Jalinsum. Setiap lampu yang dikelola oleh Dirjen Hubdat Kemenhub diakuinya sudah diberi nomor ganjil pada sisi kiri dan genap pada bagian bahu Jalinsum dari arah Bakauheni menuju Bandarlampung.

Ratusan lampu jalan umum di Jalinsum menurut Bayu, tidak seluruhnya mengalami kerusakan. Pada proses verifikasi sebelumnya ada sejumlah lampu penerangan jalan umum yang masih terjaga dengan baik serta masih menyala pada malam hari.

Proses verifikasi dan pendataan disebut Bayu dilakukan pada malam hari untuk memastikan lampu bisa berfungsi atau tidak. Kerusakan pada sejumlah lampu penerangan jalan umum hanya diperbaiki pada sejumlah lampu yang dipasang di bawah anggaran tahun 2016.

Sejumlah pekerja mempersiapkan lampu LED yang akan diganti sekaligus melepas fasilitas panel surya yang akan diganti instalasi listrik PLN [Foto: Henk Widi]
“Sesuai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan, lampu penerangan jalan umum di atas tahun 2016 menunggu tahap berikutnya, lampu di bawah tahun 2016 kita perbaiki total sebanyak 92 titik,” beber Bayu.

Misman Efendi, salah satu anggota kontraktor lainnya dari PT Metropolitaan Jakarta menyebut, setiap titik lampu yang masih memiliki panel tenaga surya dan baterai akan dilepas. Selanjutnya sebanyak 92 titik lampu penerangan jalan umum tersebut akan diganti dengan menggunakan lampu (Light Emitting Diode) LED dengan daya 120 watt.

Sejumlah lampu penerangan jalan umum yang masih berfungsi dengan baik diakuinya merupakan lampu yang berada di dekat perkampungan warga, namun di titik yang jauh dengan perumahan warga rentan dicuri.

“Kami diminta melakukan perbaikan sekaligus penggantian instalasi dari semula menggunakan listrik tenaga surya diganti ke instalasi listrik PLN,” beber Misman Efendi.

Pada tahap perbaikan, tiang listrik setinggi sekitar enam meter tersebut bahkan harus dipotong pada beberapa bagian. Proses pengelasan dilakukan untuk menyambung besi penopang selanjutnya dipergunakan untuk membuat lubang kabel untuk listrik PLN.

Kemenhub disebutnya bahkan sudah berkoordinasi dengan pihak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memasang instalasi kabel untuk mendapatkan daya listrik tanpa tenaga surya. Penggunaan listrik tenaga surya diakuinya sekaligus meminimalisir aksi pencurian fasilitas lampu jalan yang sangat diperlukan pada malam hari tersebut.

Perbaikan sekaligus pemasangan sebanyak 92 lampu jalan di Jalinsum oleh Dirjen Hubdat Kemenhub, disebut Misman Efendi, ditargetkan selesai pada akhir bulan Oktober mendatang.

Sebab sejumlah titik harus dilakukan pembongkaran instalasi solar cell dan diganti dengan instalasi baru listrik dari PLN. Berfungsinya lampu penerangan jalan umum sekaligus ditargetkan Jalinsum akan terang pada malam hari pada akhir tahun 2018 ini.

Suhadi (40) warga Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan, menyebut, penggantian lampu tenaga surya ke listrik PLN akan meminimalisir pencurian. Selama kurun waktu sejak 2012 hingga 2018, sejumlah lampu penerangan jalan umum yang merupakan aset Kemenhub tersebut kerap padam pada malam hari.

Padamnya lampu diakuinya bukan karena kerusakan instalasi, namun akibat baterai pada box penyimpan sengaja dicuri oleh oknum tak bertanggungjawab.

“Baterai yang hilang membuat lampu tidak menyala pada malam hari dan membahayakan pengguna jalan terutama di sejumlah titik,” beber Suhadi.

Matinya sejumlah lampu penerangan jalan umum tersebut, diakuinya, berimbas kecelakaan pada sejumlah titik jalan berlubang. Pada sejumlah titik yang jauh dari keramaian akibat lampu penerangan jalan yang padam bahkan memancing aksi penodongan dan perampasan seperti di wilayah tanjakan Desa Buring.

Kondisi jalan berlubang dan bergelombang minim penerangan bahkan masih terjadi di sekitar desa Rawi sehingga membahayakan pengguna jalan.

Lihat juga...