Hasil Panen Melimpah, Harga Cabai di Lombok Murah
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LOMBOK — Kondisi cuaca yang cukup baik membuat pertumbuhan tanaman cabai milik petani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat cukup bagus, sehingga hasil panen pun melimpah.
Samsudin, petani cabai Kabupaten Lombok Barat mengatakan, hampir sebagian besar hasil panen cabai petani sekarang ini cukup bagus dan melimpah. Selain buah besar, selama berbuah, cabai juga jarang yang terkena penyakit seperti penyakit wereng.
“Kalau hasil panen melimpah, tapi harga di pasaran justru anjlok dengan harga jual sangat murah,” kata Samsudin di Lombok, Senin (15/10/2018).
Ia mengatakan, untuk satu kilo cabai rawit matang dan masih basah di sejumlah pasar tradisional, harganya hanya Rp.10.000 hingga 15.000 per kilo.
Dengan harga murah tersebut juga tidak banyak masyarakat yang membeli, karena memang sebagian juga yang menanam untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga di pematang sawah masing-masing.
“Ini saja harga cabai murah sudah berlangsung satu bulan lebih dan belum ada kenaikan, padahal buah cabai sudah banyak dipanen,” katanya.
Munah, petani cabai lain mengatakan, dengan harga cabai yang murah sekarang ini membuat petani rugi, pasalnya belum sebanding dengan biaya dikeluarkan, baik biaya perawatan maupun biaya untuk upah buruh membantu panen cabai.
Sebagai solusi, sebagian hasil panen cabai miliknya sengaja dikeringkan untuk nantinya dijual saat harga mahal, sebab kalau dijual dalam kondisi basah, selain harga murah, saat dijual di pasar tradisional, tidak semuanya bisa laku.
“Cabai kan kalau masih basah, kalau ditumpuk dan tidak cepat disimpan di tempat sejuk pasti cepat busuk, makanya lebih baik dikeringkan daripada nanti rusak dan membusuk,” tuturnya.