Bupati Kotim Ingatkan Pengelolaan Dana Desa Diawasi KPK
SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Supian Hadi, mengingatkan kepala desa dan jajarannya lebih berhati-hati dalam pengelolaan dana desa karena diawasi ketat dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Jangan ada lagi kepala desa atau aparatur desa yang tersangkut hukum. KPK ada di mana-mana. Laporan masyarakat pun bisa mereka telisik. KPK akan menelisik dana desa,” kata Bupati, di Sampit, Selasa.
Dia mengingatkan kepada kepala desa dan aparatur desa bahwa kini makin banyak instansi yang melakukan pengawasan, termasuk KPK.
Saat ini terdapat 168 desa di Kotawaringin Timur yang tersebar di 17 kecamatan. Sebagian besar desa dipimpin kepala desa baru hasil pemilihan kepala desa serentak pada 2017.
Hal ini sengaja ditekankan sebagai peringatan, terkait operasi tangkap tangan(OTT) KPK terhadap sejumlah anggota DPRD Kalimantan Tengah dan pengusaha perkebunan kelapa sawit di Jakarta, Jumat (26/10) atas dugaan suap.
“Setiap desa kini mengelola anggaran cukup besar, yaitu lebih dari Rp1 miliar per tahun dan diperkirakan terus meningkat. Peningkatan anggaran itu sangat bagus bagi percepatan pembangunan desa, namun di sisi lain juga cukup rawan terjadinya penyimpangan,” katanya.
Dia mengatakan, setiap tahun dpada beberapa tahun terakhir, ada saja kepala desa atau mantan kepala desa di Kotawaringin Timur yang ditangkap karena kasus korupsi dana desa. Kasus-kasus tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi semua orang yang diamanahi jabatan agar tidak terjerumus pada masalah yang ada.
Penggunaan dan pertanggungjawaban dana desa sudah ada aturan teknisnya. Kepala desa dan jajarannya harus selalu berpegang pada aturan agar tidak sampai terjerat masalah hukum.
“Meski begitu saya sarankan kepala desa tidak perlu takut berlebihan dalam mengelola anggaran. Hal terpenting adalah selalu berpegang pada aturan. Jika ada keraguan, maka banyak pihak yang bisa dijadikan tempat berkonsultasi sehingga keputusan yang diambil tidak sampai melanggar aturan,” ujar Bupati.
Dia meminta para kepala desa bekerja saja dengan baik. Masyarakat akan merasa nyaman jika kepala desanya bekerja dengan baik. Memang tidak mungkin 100 persen semua orang senang dengan kita. Yang penting kita bekerja dengan benar dan membawa kemajuan.
“Saya minta kepala desa meningkatkan pendekatan dan komunikasi dengan masyarakat sehingga apa pun program yang dilaksanakan akan selalu didukung oleh masyarakat. Semua pihak juga harus bahu-membahu menjaga keamanan dan ketertiban agar pembangunan bisa dilaksanakan dengan baik sesuai harapan,” ujar Supian. (Ant)