BMKG: Dipengaruhi El Nino, Intensitas Curah Hujan Yogyakarta Rendah

Ilustrasi - Hujan/Dok.CDN

YOGYAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta menyebutkan intensitas curah hujan pada musim hujan yang diperkirakan terjadi pada November 2018 lebih rendah di bawah rata-rata normal.

“Nanti yang berubah intensitas curah hujannya. Lebih rendah dari musim hujan normal,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mlati, Agus Sudaryatno di Yogyakarta, Minggu (28/10/2018).

Menurut Agus, curah hujan pada musim hujan mendatang lebih rendah dibandingkan rata-rata siklus normal. Hal itu, kata dia, dipengaruhi masih adanya El Nino lemah.

“Musim hujan nanti tidak deras seperti biasanya. Hujan tidak sampai menyebabkan banjir,” kata Agus.

Ia mengatakan musim hujan di Yogyakarta akan tetap dimulai pada November 2018. Awal musim hujan ditandai dengan tingkat curah hujan yang mencapai 150 milimeter per bulan.

“Puncaknya nanti pada Januari-Februari,” kata dia.

Agus mengatakan awal musim hujan tidak mengalami kemunduran atau tetap diperkirakan terjadi pada November.

Pada dasarian (10 hari) pertama November, musim hujan terjadi paling awal di Sleman bagian utara, dilanjutkan Sleman bagian barat, Kulon Progo bagian utara dan Kulon Progo bagian barat. Sedangkan paling akhir terjadi pada dasarian ketiga November yang meliputi Gunung Kidul bagian Selatan, dan Bantul bagian Timur.

Meksi demikian, Agus mengingatkan masyarakat Yogyakarta tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem menjelang pancaroba di daerah itu.

“Cuaca ekstrem yang memicu angin kencang serta hujan lebat tetap perlu diantisipasi saat pancaroba,” kata dia. [Ant]

Lihat juga...