Agam Cetak 11,7 Hektare Kolam Ikan Baru

Ilustrasi - Kolam ikan - Dok: CDN

LUBUKBASUNG — Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencetak kolam ikan baru seluas 11,7 hektare atau melebihi target tahun ini yang hanya seluas lima hektare.

“Cetak kolam baru ini selama Januari sampai 28 Oktober 2018,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto, di Lubukbasung, Minggu (28/10/2018).

Kolam baru itu tersebar di Kecamatan Lubukbasung, Ampeknagari, Palembayan, Kamangmagek, dan Tilatangkamang.

Dia mengatakan cetak kolam baru dilakukan pada lahan pertanian tidak produktif, namun sumber air cukup banyak di daerah itu.

Dalam cetak kolam baru itu pihaknya memfasilitasi alat berat, bahan bakar, biaya operator, dan lainnya.

Selain itu, memberikan bantuan bibit ikan kepada kelompok tani apabila mereka mengajukan permohonan ke pihaknya.

“Kami akan membantu bibit ikan apabila mereka mengajukan permohonan,” tambahnya.

Cetak kolam baru itu merupakan program tahunan semenjak 2015 dan saat ini telah tercetak 41,7 hektare.

Cetak kolam ini dalam rangka untuk mengalihkan budidaya ikan tawar dari Danau Maninjau ke daratan, karena kondisi danau vulkanik itu tercemar berat dan aktivitas berbudidaya ikan dikurangi.

“Ini dalam mendukung program penyelamatan Danau Maninjau atau save Maninjau,” katanya.

Selain mengalihkan budi daya ikan dari Danau Maninjau, tambahnya, cetek kolam baru itu untuk meningkatkan produksi ikan air tawar di daerah itu.

DPKP Kabupaten Agam tahun 2018 menargetkan produksi ikan sebanyak 46.000 ton. Sementara realisasi dari Januari sampai 28 Oktober 2018 baru 25.589,39 ton.

“Kita berharap target produksi ikan air tawar ini akan tercapai hingga akhir 2018,” katanya.

Pada 2017 produksi ikan air tawar di daerah 50.489 ton dan pada 2016 sebanyak 55.113 ton.

“Produksi ikan air tawar ini turun sebesar 4.633 ton atau sekitar 15 persen,” katanya.

Sementara itu anggota DPRD Agam, Jondra Marjaya, mendukung program cetak sawah baru agar target produksi ikan air tawar akan tercapai.

Dengan cara itu maka bisa mengatasi ketergantungan produksi ikan dari keramba jaring apung.

“Kami akan mendukung terobosan ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, agar Danau Maninjau bebas dari pencemaran,” katanya. [Ant]

Lihat juga...