JAYAPURA – Para supir angkutan umum (angkot) mengeluhkan ruas jalan poros yang menghubungkan Kelurahan Koya Barat dan Kelurahan Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, yang mengalami kerusakan sejak beberapa bulan terakhir ini.
Salah satu supir Angkot, Anto, mengatakan, ruas jalan tersebut sudah selayak diperbaiki oleh instansi terkait.
“Sudah seharusnya ruas jalan itu segera diperbaiki, karena mengganggu aktivitas lalu lintas dan tentunya berpengaruh pada sektor ekonomi di wilayah itu,” katanya, DI Jayapura, Selasa (4/9/2018).
Menurut dia, ruas jalan tersebut memang sudah selayaknya diperbaiki, karena mengalami kerusakan di berbagai titik dan hanya ditimbun tanah karang, sehingga di musim hujan tiba, jalan tersebut banyak yang tergenang air.
“Bahkan, ada pengguna jalan yang terjatuh, karena tidak hati-hati saat berkendaraan, dan memang jalan itu rusak,” ujar Anto.
Sementara itu, warga Koya, Ocha, mengaku ruas jalan tersebut sudah rusak cukup lama dan hanya ditimbun dengan menggunakan tanah karang di sejumlah titik.
“Kalau rusak, sudah lama dan hanya ditimbun pakai tanah karang saja. Informasi dari pihak kelurahan, jalan tersebut akan segera diperbaiki,” katanya.
Terpisah, Kepala Distrik Muara Tami, Supriyanto, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait kerusakan jalan tersebut, mengatakan hal itu telah diusulkan ke Pemerintah Kota Jayapura untuk segera diperbaiki.
“Sedang dalam pengusulan, direncanakan ada pengerasan dan dilanjutkan pengaspalan pada 2019,” katanya.
Pemantauan di lapangan ruas jalan penghubung antara Kelurahan Koya Barat dan Kelurahan Koya Timur yang rusak itu sepanjang kurang lebih 1,5 kilo meter, yang melewati sejumlah kolam pemancingan dan persawahan yang menjadi ikon Distrik Muara Tami.
Ruas jalan itu juga merupakan salah satu akses jalan yang menghubungkan empat kampung yang ada di perbatasan RI-PNG, yakni Kampung Skouw Sae, Skouw Yambe, Skouw Mabo dan Kampung Moso. (Ant)