Pegiat Seni Balikpapan Pentas di TIM

Editor: Mahadeva WS

Pegiat seni Balikpapan, Yudi Valent - Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Provinsi Kalimantan Timur, dikenal memiliki keanekaragaman seni dan budaya. Selain budaya lokal yang berakar dari suku Dayak, Paser, Banjar, Kutai dan daerah lainnya, juga dikenal tradisi hasil akulturasi dari para pendatang.

Untuk menyebarkan kesenian tradisional dan budaya Kalimantan Timur, para seniman Kota Balikpapan, berencana menggelar pertunjukan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Kegiatan tersebut, untuk mengenalkan seni tradisi masyarakat Kalimantan Timur dan promosi pariwisata.

Pegiat seni Balikpapan, Yudi Valent, yang juga aktivis Dewan Kesenian Kota Balikpapan (DKB) mengungkapkan, kesempatan tampil di TIM akan membuka peluang minat masyarakat mempelajari budaya Kalimantan Timur. “Memang sudah banyak tarian asal Kalimantan Timur yang dikenal masyarakat Indonesia, seperti tari Enggang, Gong, Gantar, Hudog, dan sebagainya. Namun ada beberapa taruan khas Balikpapan yang masih cukup asing bagi mereka. Dan ini cara kita untuk menunjukkan,” katanya, Jumat (21/9/2018).

Tarian khas Balikpapan yang seringkali ditampilkan di ajang internasional antara lain, Tari Jepen Pesisir. Sebagai persiapan menuju perhelatan tersebut, para seniman memperbanyak latihan hingga workshop, khusus bagi pelajar dan guru.

Sejumlah peserta yang mengikuti workshop, mulai dari guru TK sampai SMK. Hanya saja, tingginya minat masyarakat Balikpapan mempelajari kesenian tradisional, belum didukung dengan sarana dan prasarana memadai. “Untuk pembinaan yang seharusnya dilakukan selama ini, terhambat lantaran keterbatasan biaya anggaran. Karena itu, tahun ini belum ada program tampil di luar daerah,” jelasnya.

DKB merupakan lembaga yang dibentuk pegiat seni dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, untuk mengembangkan seni budaya daerah. Dalam melakukan kegiatannya, setiap tahun mendapat bantuan dana dari pemerintah daerah.

Lihat juga...