Boonelo Watch, Jam Tangan Bambu yang Ramah Lingkungan
Editor: Mahadeva WS
MALANG – Mengusung konsep ramah lingkungan, pemuda asal Bandung, Eko Agung Syahputra, memanfaatkan bambu untuk membuat jam tangan Boonelo watch. Material bambu tersebut banyak ditemukan di kawasan sekitar rumahnya.
Di Bandung, tepatnya di daerah Dago Pakar, memiliki sumberdaya alam bambu yang sangat melimpah. Di lokasi tersebut ada beberapa perajin bambu. “Dari situ kita melihat potensi apa yang bisa di kembangkan, dari kekayaan alam bambu disana, kita bisa membuat produk jam tangan dengan teknik bambu coiling, untuk turut bisa mengembangkan wilayah tersebut,” ujar Eko, salah satu finalis Wirausaha Muda Mandiri, Selasa (18/9/2018).

Di Indonesia disebut Agung, terdapat beberapa brand yang telah lebih dulu mengusung jam tangan bambu. Hanya saja, kebanyakan dari mereka menggunakan mesin dalam pembuatannya. “Tapi kalau produk kami, menggunakan handy craft dengan teknik coiling bambu,” jelasnya.
Teknik coiling bambu, merupakan teknik modern pengolahan bambu. Pengaplikasiannya dengan cara dililit, setelah sebelumnya bambu diserut hingga tipis. Bambu dipotong, dan diambil surface bagian terluarnya, untuk dijadikan strep panjang, yang kemudian dililitkan membulat. Setelah itu baru kemudian dihaluskan di bagian surfacenya.
Teknik coiling, diadopsi dari Taiwan, dan termasuk teknik baru dalam proses pengolahan bambu, di Indonesia. “Teknik ini awalnya diadopsi dari Taiwan, oleh salah satu dosen kami di Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah itu dilakukan penelitian dan uji coba, hingga pada akhirnya mendapatkan teknik coiling,” terangnya.
Pemilihan material bambu sebagai bahan dasar jam tangan Boonelo, karena material tersebut melimpah dan mudah dipelihara. Serta dapat dikelola secara berkelanjutan, sehingga menjadi primadona hutan bukan kayu di Indonesia. Sedangkan untuk tali jam tangan, terbuat dari vegetable tanned leather adalah jenis kulit yang disamakan menggunakan bahan-bahan alami hasil ekstrak tumbuh-tumbuhan, sehingga lebih ramah lingkungan.
Mengenai pemasaran, pemuda yang masih berstatus mahasiswa tersebut, memasarkannya melalui media sosial dan pameran. Harga jual Rp750 ribu rupiah. “Bagi yang berminat, bisa memesan melalui media sosial kami dengan lama pemesanan satu minggu dengan garansi enam bulan. Jadi ketika ada kecacatan atau mesinnya rusak bisa kita ganti dengan yang baru,” pungkasnya.