Bengawan UNS Akhiri Puasa Gelar di Student Formula Jepang
Editor: Mahadeva WS
SOLO – Prestasi gemilang kembali ditorehkan Tim Bengawan Formula Student Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Solo, Jawa Tengah. Kali ini, dalam ajang Student Formula Japan (SFJ) ke-16 di Ecopa Stadium, Shizuoka Jepang pada 4-9 September 2018 lalu, wakil dari UNS memutus puasa gelar yang dialaminya.
Tim Bengawan Formula Student UNS, mampu memperoleh JAMA Chairman Award, dalam ajang kompetisi yang diikuti oleh delapan negara tersebut. Torehan tersebut, sekaligus mengakhiri puasa prestasi Tim UNS di ajang yang digelar sejak 2003 lalu. “Ini adalah prestasi pertama kali sejak ikut di SJF. Tentu hasil ini sangat kita nantikan,” ujar General Manajer Bengawan Formula Student UNS, Farlian, Kamis (20/09/2018).
Di SFJ kali ini, persaingan antar tim berlangsung sangat kompetitif. Event mobil spot mahasiswa tingkat internasional tersebut, diikuti 103 tim unggulan, dari berbagai negara. Tidak hanya dari negara lain, persaingan antar Perguruan Tinggi di Indonesia yang menjadi perwakilan juga berlangsung ketat. “Untuk wakil Indonesia ada enam perguruan tinggi. Dan hanya tiga yang berhasil memperoleh JAMA Awards, salah satunya dari UNS,” tambahnya.
Untuk berhasil memperoleh hasil tersebut, tidak semudah membalikan telapak tangan. Tim Bengawan Formula Student Automotive Engineers (FSAE) UNS, harus mampu menyelesaikan seluruh rangkaian kompetisi, tanpa mendapat pinalti oleh panitia, serta lolos endurance, baik dari tahap inpeksi hingga menyelesaikan race. “Kami siapkan seluruh tahapan dengan maksimal, seperti berkas dokumen. Kami juga sudah pastikan tim yang bertanding ini tidak ada kesalahan ataupun pelanggaran yang bisa mengurangi poin,” urai Ketua TIM Bengawan FSAE UNS tersebut.
Dosen Pembimbing Bengawan FSAE UNS, Agung Tri Wijayanta menambahkan, ada banyak hal yang harus benar-benar diperhatikan tim, agar bisa mendapatkan perhargaan. Salah satunya kondisi rem, yang masuk salah satu penilaian dalam tahap Technical Inspection. Untuk bisa mengikuti Dynamic Events, setiap mobil rancangan, harus menjalani empat tes, yaitu Scrutineering, Tilt and Weight, Noise/Rain dan Brake (rem). Jika lolos semua, tim akan mendapatkan empat stiker penanda kelolosannya.
“Untuk 2019 nanti kami akan libatkan satu driver wanita. Kemampuan driver wanita yang kita miliki, sebenarnya sama dengan laki-laki. Hanya saja, wanita bisa lebih hati-hati, cocok sekali buat uji rem,” imbuhnya.
Menurut Agung, Tim Bengawan UNS berhasil memperoleh peringkat ke-69 dari 103 tim yang berlaga. Hasil ini menjadikan Bengawan menempati posisi empat terbaik dari enam tim yang dikirim dari Indonesia. UNS berhasil mengungguli tim Universitas Indonesia (UI) yang ada di urutan 79 dan Universitas Islam Indonesia (UII) yang menempati peringkat 89. “Penghargaan ini diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi tim untuk terus berprestasi. Apalagi untuk tahun depan harus lebih baik lagi,” pungkasnya.