Ilustrasi penjual minyak goreng - Foto: Dokumentasi CDN
JAKARTA – Produsen minyak goreng nasional, mendukung penerapan mesin pengisian Anjungan Minyak Goreng Higienis Otomatis (AMH-o) yang diluncurkan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, pada Sabtu (15/09) di Bandung, Jawa Barat.
Mesin pengisian minyak goreng ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 9/M-DAG/PER/2/2016, yang mewajibkan peredaran minyak goreng curah menggunakan kantong kemasan sederhana.
Direktur Teknik Wilmar, Erik Tjia di Jakarta, mengatakan, pihaknya mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk melakukan konversi dari minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan sederhana.
“Langkah konversi ini sangat penting, untuk menjamin higienitas, dan kualitas minyak goreng, sehingga masyarakat Indonesia bisa mendapatkan akses untuk produk yang aman dan lebih terjamin untuk kesehatan mereka,” ucap Erik, melalui keterangan tertulis, Senin (17/9/2018).
AMH-o merupakan Filling Machine Anjungan Minyak Goreng Higienis Otomatis (AMH-o), yang dirancang untuk menyalurkan minyak goreng dalam jeriken ukuran 18 atau 25 liter, ke kantong kemasan dengan kapasitas yang lebih kecil ukuran 250 ml, 500 ml dan 1.000 ml.
Kehadiran mesin pengisian minyak goreng ini diharapkan dapat membantu masyarakat secara nasional, dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng yang lebih higienis, juga membantu meningkatkan marjin pedagang eceran.
“Mesin ini, selain dapat membantu menjaga higienitas minyak goreng eceran juga sekaligus dapat mereduksi pemakaian kantong plastik, sehingga lebih ramah lingkungan,” tambahnya.
Menurutnya, distribusi penjualan mesin pengisian minyak goreng ini rencananya akan dilakukan secara nasional , dan menjangkau pelosok negeri.
“Mesin ini dapat membantu pendistribusian minyak goreng yang lebih baik, karena mampu menjangkau hingga pelosok Indonesia, sehingga menjamin keadilan dalam distribusi minyak goreng bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Erik.
Sebelumnya, dalam peresmian mesin AMH-o di Bandung, Sabtu (15/9) Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menyambut baik produksi AMH-o, karena kreasi dan inovasi anak bangsa, selain itu, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) unit ini lebih dari 60 persen sesuai regulasi pemerintah.
Enggartiasto meminta, kegiatan distribusi mesin AMH-o diserahkan kepada pihak swasta. Selain itu, distributor mesin filling minyak goreng sebaiknya melibatkan pengusaha daerah.
Dibandingkan mesin serupa di luar negeri, kata Enggartiasto, harga AMH-o terbilang lebih murah hingga 50 persen, sehingga dapat dibeli oleh kalangan pedagang dan ritel. (Ant)