Warga Terdampak Debu Proyek JTTS Ruas Bakauheni-Terbanggibesar
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Belum selesainya pembangunan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di ruas Bakauheni-Terbanggibesar Paket 1 Bakauheni-Sidomulyo, pada musim kemarau ini, menyebabkan jalanan berdebu.
Usman (30), warga di Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, menyebut, sejak awal proyek tol, debu beterbangan mengganggu aktivitas warga. Puluhan rumah warga yang berada di Stationing (STA) 14+300, semakin terdampak pada musim kemarau ini.
Menurutnya, debu berasal dari mobil pengangkut material tanah untuk proses penimbunan lahan pembuatan overpass di STA 14+300, termasuk jalur lalu lintas kendaraan berat yang akan masuk ke jalan tol. Kondisi ini bahkan telah berlangsung sejak awal 2015 silam.
“Selama proses pengerjaan tol, debu beterbangan dan semakin parah saat kemarau ini. Bahkan, kami tidak membuka pintu bagian depan, menghindari debu masuk ke dalam rumah. Saat keluar rumah, harus memakai masker,” terang Usman, saat ditemui Cendana News, Minggu (5/8/2018).
