BATURAJA – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, gencar melakukan “jemput bola” hingga pelosok desa untuk perekaman data warga, guna mengejar target penyelesaian pencetakan KTP elektronik sebelum Pemilu 2019.
“Kami optimis, sebelum pemilihan legisatif dan pemilihan presiden pada April 2019, seluruh warga yang wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik sudah mengantongi kartu identitas tersebut,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ajahari, di Baturaja, Minggu (5/8/2018).
Saat ini, pihaknya mendatangi desa-desa yang ada warga yang belum memiliki KTP-El untuk dilakukan perekaman data kependudukan.
“Mekanismenya, kepala desa atau lurah setempat membuat surat ke Disdukcapil, guna dilakukan perekaman data bagi warganya yang belum memiliki KTP-El. Nanti akan dijadwalkan setiap hari dua desa yang kami datangi, mengingat peralatan dan petugas untuk ke lapangan terbatas,” katanya.
Beberapa hari lalu, berdasarkan surat permohonan dari Kepala Desa Marga Mulya, Kecamatan Sinar Peninjauan, pihaknya melakukan perekaman data kependudukan lebih dari 200 orang warga setempat.
“Kalau tidak ada kendala alat dan pendukung lainnya, paling lama 10 hari setelah perekaman, KTP-El sudah selesai dicetak,” katanya.
Dengan upaya tersebut, pihaknya menargetkan seluruh warga setempat sudah mengantongi KTP-El sebelum Pemilu 2019, sehingga bisa ikut melakukan pemilihan.
“Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, bahwa pemilih harus membawa KTP-El. Insyaallah, sebelum April 2019 semua KTP warga OKU sudah tercetak,” katanya.
Dia mengemukakan, pencetakan kartu identitas tersebut dibutuhkan biaya yang cukup besar, yaitu Rp3,5 juta, belum termasuk PPN untuk satu ribon atau 400 keping KTP-El. .
“Satu ribon untuk mencetak 400 keping KTP-El. Jika tahun ini yang harus dicetak sebanyak 16.000 keping, maka dibutuhkan 400 ribon dengan biaya sekitar Rp160 juta,” katanya.
Saat ini, pihaknya masih memiliki stok delapan ribon untuk mencetak 3.200 keping KTP-El.
“Untuk stok blangko masih ada tujuh ribu keping, berarti masih kekurangan 10 ribon dari jumlah blangko yang tersedia,” ujarnya. (Ant)