Warga Gorontalo, Berharap Penambahan SPBU di Wilayah Terjauh
GORONTALO – Warga di Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, berharap pemkab bisa meminta PT Pertamina, untuk menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Terutama untuk memenuhi kebutuhan di wilayah terjauh.
Risan Demanto, warga Desa Dulukapa, Kecamatan Sumalata Timur mengatakan, ada empat kecamatan di wilayah barat yang tergolong terjauh, perlu penambahan SPBU. Hal itu agar masyarakat benar-benar menikmati BBM satu harga. “Sudah sejak lama, warga membeli BBM khususnya premium dengan harga cukup tinggi. Wajar saja, sebab premium hanya dijual di depot-depot maka harganya sudah termasuk biaya angkut,” ujarnya, Minggu (26/8/2018).
Harga premium atau bensin terendah yang dibeli masyarakat perliternya Rp9 ribu, namun ada juga depot yang menjual hingga Rp10 ribu per liter. Sedangkan harga pertalite dijual Rp11 ribu per liter.
Sementara itu, Kasubbag Perekonomian Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Pemkab Gorontalo Utara, Dumran Ahmad mengatakan, khusus di wilayah terujung bagian barat kabupaten tepatnya di Kecamatan Tolinggula telah beroperasi SPBU Kompak. Sehingga masyarakat sudah benar-benar menikmati BBM satu harga.
SPBU Kompak yang berada di Desa Tolite Jaya itu, masih cukup jauh ditempuh masyarakat dari beberapa kecamatan di bagian barat, di antaranya Kecamatan Sumalata Timur dan Sumalata. Hingga saat ini, baru ada dua SPBU di kabupaten itu, yaitu di wilayah Kecamatan Gentuma yang ada di wilayah timur, serta SPBU Pontolo yang ada di pusat ibu kota kabupaten di Kecamatan Kwandang.
Sementara SPBU Kompak di Kecamatan Tolinggula, baru beroperasi pada 20 Agustus 2018. “Kita berharap dan terus berupaya agar ada penambahan di wilayah yang jauh dari lokasi SPBU,” pungkasnya. (Ant)