Tujuh Kecamatan di Situbondo Terancam Kekeringan

SITUBONDO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mencatat, tujuh dari 17 kecamatan di Situbondo mulai terancam kekeringan.

Dari tujuh kecamatan itu, ada sepuluh desa yang diperkirakan terjadi kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun ini, data tersebut disesuaikan dengan jumlah wilayah yang mengalami kekeringan pada tahun 2017. “Tujuh kecamatan yang diprediksi akan mengalami kekeringan pada musim kemarau, yaitu Kecamatan Banyuputih, Jangkar, Arjasa, Kendit, Suboh, Besuki dan Kecamatan Banyuglugur,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Situbondo, Gatot Trikorawan, Rabu (1/8/2018).

BPBD memprediksi, kekeringan di tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu kekeringan tersebar di tujuh kecamatan dan sepuluh desa. “Sampai dengan saat ini sudah ada dua desa yang melaporkan kepada kami mulai mengalami kekeringan, yakni Desa Sopet, Kecamatan Jangkar dan Desa Sumberejo di Kecamatan Banyuputih,” tambahnya.

Laporan kekeringan disampaikan oleh camat setempat. Dan karena sudah ada beberapa desa yang mulai mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih, BPBD berharap, pemerintah desa atau kecamatan untuk menyerahkan data desa yang rawan mengalami kekeringan.

BPBD belum memastikan, jadwal suplai air karena masih menunggu semua laporan masuk dan barulah dilakukan penjadwalan suplai air bersih. “Teknis pengiriman air tetap menggunakan dua armada truk tangki dan masing-masing armada berisi 5.000 liter air dan dalam sehari armada ini mampu mendistribusikan air ke dua lokasi dua kali,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...