Puskesmas Penengahan Beri Imunisasi MR 4.245 Anak

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Hingga pertengahan Agustus, Puskesmas Rawat Inap (PRI) Penengahan telah melakukan pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) kepada sebanyak 4.246 balita hingga remaja.

Jumlah tersebut merupakan total dari sebanyak 10.700 orang sasaran imunisasi MR di wilayah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Inap Penengahan. Imunisasi MR merupakan program untuk pencegahan penyakit campak dan rubella dari usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Penanggungjawab program imunisasi UPT Puskesmas rawat inap Penengahan, Zulyanda mendampingi Kepala UPT Puskesmas rawat inap Penengahan, Syaiful Anwar menyebut, program sudah dilakukan sejak 1 Agustus 2018.

Program tersebut menyasar sejumlah desa dengan adanya Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan di sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD, hingga SMP. Setiap lokasi sasaran pelaksanaan imunisasi MR disebutnya diterjunkan beberapa petugas sesuai jadwal.

Penanggungjawab program imunisasi Puskesmas Rawat Inap Penengahan, Zulyanda [Foto: Henk Widi]
“Pelaksanaan di sejumlah sekolah sudah kami mulai sejak awal Agustus dengan sasaran yang terealisasi masih sekitar dua persen dari target keseluruhan untuk mendapat imunisasi MR,” terang Zulyanda, mendampingi Kepala UPT Puskesmas rawat inap Penengahan, Syaiful Anwar saat ditemui Cendana News, Jumat (17/8/2018).

Sesuai dengan target, setiap tim yang diterjunkan sesuai dengan arahan awal bisa memberikan imunisasi terhadap sebanyak 120 orang. Pada pelaksanaan imunisasi MR, Zulyanda menyebut, tidak menampik ada sebagian orang tua yang menolak anaknya diberi vaksin MR.

Sebagian alasan menolak pemberian vaksin MR di antaranya karena sedang sakit sehingga tidak diberikan vaksin MR sesuai jadwal.

Zulyanda juga menyebut, di wilayah Puskesmas Penengahan, ada sebanyak 30 SD sederajat dan sekitar 8 SMP sederajat yang menjadi sasaran pelaksanaan imunisasi MR. Sebagian siswa yang belum mendapat imunisasi MR pada bulan Agustus masih bisa menyusul di bulan September jika saat jadwal pelaksanaan tidak bisa mengikuti.

Pelaksanaan pemberian imunisasi MR di sekolah dasar [Foto: Henk Widi]
Bagi sejumlah siswa sekolah bahkan masih bisa mengikuti pelaksanaan MR di Posyandu yang ada di sejumlah desa.

Sementara itu, salah satu supervisor pelaksanaan imunisasi MR, Nasrullah menyebut, pelaksanaan imunisasi MR sudah digelar sejak 1 Agustus silam di sejumlah SD. Sebanyak 30 sekolah dasar ditargetkan selesai sejak pertengahan Agustus, selanjutnya ke tingkat SMP.

Sebanyak 27 desa di Kecamatan Penengahan ditargetkan selesai pada bulan September mendatang.

Khusus di wilayah Penengahan, Nasrullah menyebut, pelaksanaan imunisasi MR dengan total 10.700 sasaran merupakan bagian dari sebanyak 274.097 sasaran penerima imunisasi MR. Selama pelaksanaan imunisasi MR, petugas yang dibagi dalam beberapa tim disebut Nasrullah juga melakukan pemantauan terhadap Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI).

“Selama pelaksanaan imunisasi MR belum ditemukan adanya anak yang mengalami gejala demam pasca-diberi vaksin MR,” papar Nasrullah.

Nasrullah juga menyebut, sosialisasi kepada sekolah dan orangtua telah dilakukan sejak bulan Juni. Sosialisasi tersebut untuk memberikan penjelasan dampak positif pemberian vaksin MR dan dampak bagi anak yang tidak mendapatkan vaksin tersebut.

Meski demikian, ada sejumlah orangtua yang dengan alasan tertentu menolak pemberian vaksin imunisasi MR. Petugas disebutnya memberi keleluasaan kepada orangtua yang menolak anaknya diberi imunisasi MR dengan mengisi formulir yang telah disediakan.

Lihat juga...