Peringati Proklamasi, EWS di Lereng Merapi Bunyi Serentak
Editor: Satmoko Budi Santoso
YOGYAKARTA – Memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, secara serentak membunyikan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) wilayah Lereng Gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta, Jumat (17/8/2018).
Pembunyian sirine atau alarm ini dilakukan tepat pada momen detik-detik proklamasi pukul 10.00 WIB. Alarm dibunyikan selama kurang lebih selama 1 menit. Total terdapat 20 titik lokasi EWS yang dibunyikan, tersebar di 4 wilayah Kecamatan yakni Pakem, Turi, Cangkringan dan Ngemplak.
Petugas Mititigasi Bencana, BPBD Sleman, Dian Ayu, selaku petugas EWS di wilayah Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, mengatakan, pembunyian alarm rutin dilakukan setiap setahun sekali, tepatnya pada detik-detik proklamasi 17 Agustus untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73.

“Pembunyian alarm rutin kita lakukan untuk memperingati detik-detik Proklamasi setiap HUT Kemerdekaan RI. Sekaligus juga untuk mengetahui kondisi EWS apakah dapat berfungsi normal,” ujarnya, Jumat (17/8/2018).
Dian berharap, dengan dibunyikannya EWS, masyarakat di sekitar wilayah Lereng Gunung Merapi dapat ikut merasakan momen detik-detik proklamasi memperingati HUT RI ke-73 pada tahun 2018. Tak hanya itu, dengan adanya pembunyian alarm masyarakat juga diharapkan dapat senantiasa waspada terhadap setiap situasi bencana di sekitarnya.
“Selain dibunyikan setiap momen HUT RI, EWS hanya dibunyikan saat ada bahaya saja. Selebihnya hanya dibunyikan untuk proses perawatan dan pengecekan atau uji coba,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Bambang Wahyu, mengaku dapat ikut merasakan momen detik-detik proklamasi dengan adanya pembunyian EWS. Ia menyebut, EWS sendiri terakhir dibunyikan saat bencana sekitar tahun 2014 lalu, saat terjadi bencana lahar dingin.

“Ya dengan pembunyian alarm, kita jadi bisa ikut merasakan detik-detik proklamasi setiap peringatan HUT RI. Meski tidak ikut upacara,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima, dari 20 EWS yang dibunyikan mayoritas dapat berfungsi secara normal. Hanya ada beberapa EWS yang terkendala, seperti di kawasan Tugu Urang, Kaliurang yang terkendala masalah saklar.
“Semua dapat berfungsi normal. Hanya ada satu yang terkendala saklar. Namun tetap bunyi. Ke depan akan kita lakukan perbaikan,” imbuh Dian.