Pemberian Vaksin MR ke Pelajar di Bangka Tengah, Dihentikan

Ilustrasi imunisasi – Foto: Dokumentasi CDN

KOBA — Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghentikan pemberian vaksin MR kepada kalangan pelajar di daerah itu, menyusul belum adanya sertifikat halal dari MUI.

“Penghentian pemberian vaksin MR setelah ada instruksi dari Gubernur Bangka Belitung sembari menunggu keputusan MUI,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, dr Bahrun R Siregar di Koba, Senin (6/8/2018).

Namun demikian, pihaknya sudah terlanjur melakukan vaksinasi terhadap pelajar di delapan sekolah dasar di daerah itu pada 1 Agustus 2018.

“Delapan SD sudah terlanjur divaksinasi, setelah itu kami hentikan. Sementara terhadap pelajar SMP dan SMA belum dilakukan vaksin MR,” ujarnya.

Ia menjelaskan, vaksinasi measles rubella (MR) tersebut sudah pernah dilakukan pada 2017 namun itu hanya dilakukan di Pulau Jawa, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten dan Jakarta.

“Kalau di Babel belum pernah dilakukan, baru tahun ini rencananya akan diberlakukan ke seluruh kabupaten namun dihentikan sementara,” katanya.

Ia mengatakan, vaksin MR ini memiliki banyak manfaat bagi kalangan anak-anak terutama pelajar untuk mencegah penyakit, namun sekarang permasalahannya belum ada sertifikat halal dari MUI.

“Kalau kami sifatnya mengikuti dan menunggu saja, kalau minta ditunda maka kami laksanakan sesuai instruksi,” katanya. (Ant)

Lihat juga...