Pasaman Barat Cetak Sawah Baru 98 Hektare

Ilustrasi sawah - Dokumentasi CDN

SIMPANG EMPAT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mencetak sawah baru seluas 98 hektare. Hal itu menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di daerah tersebut.

“Benar, kami mulai melakukan cetak sawah baru di Padang Lawas, Kecamatan Luhak Nan Duo, seluas 23,5 hektare, dan di Kecamatan Ranah Batahan seluas 74,5 hektare,” kata Kepala Dinas Tamaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Pasaman Barat, Sukarli, Sabtu (18/8/2018).

Program cetak sawah tersebut, diharapkan mendapat dukungan semua pihak. Upayanya juga melibatkan TNI, agar pelaksanaannya berjalan dengan baik dan lancar. “Program cetak sawah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi. Cetak sawah merupakan salah satu upaya meningkatkan produksi,” tambahnya.

Produksi padi di Pasaman Barat terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di 2016, luas tanam padi mencapai 26,521,80 hektare, dengan panen mencapai 24.217,40 hektare. Dari lahan itu mampu terproduksi 121.217,02 ton padi. Tiga daerah yang berproduksi tertinggi adalah, Kecamatan Lembah Melintang sekitar 26.816,87 ton, Kecamatan Talamau 24.666,21 ton, dan Kecamatan Kinali 17.141,80 ton.

Di 2017, luas tanam meningkat menjadi 32. 228,38 hektare, sementara luas panen mencapai 27.852,40 hektare. Produksinya meningkat menjadi 139. 795,76 ton. Tiga daerah produksi terbesar berada di Kecamatan Talamau 33.698,02 ton, Kecamatan Lembah Melintang 23.312, 65 ton, dan Kecamatan Kinali 18.338, 14 ton. “Tentu pada 2018 kita terus berupaya menambah lahan tanam dengan cetak sawah baru sehingga menambah produksi padi untuk menjaga ketahanan pangan,” katanya.

Dinas Tanaman Pangan menggalakkan, tanam dua kali setahun di sejumlah lokasi tanam. Hal itu diharapkan dapat mendorong panen meningkat. Terkait pembenahan pengairan, instansi tersebut telah membangun puluhan irigasi, untuk memperlancar aliran air ke sawah. “Berbagai upaya terus kita lakukan termasuk berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tandasnya.

Selain itu, juga dilakikan pemberian bantuan sarana prasarana alat pertanian, serta bibit unggul. Hal itu juga menjadi bagian dukungan terhadap peningkatan produksi guna meningkatkan ekonomi masyarakat. (Ant)

Lihat juga...