OJK Bali Kenalkan ‘SLIK’

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Sejak diluncurkan 1 Januari, lalu, kini masyarakat dengan mudah bisa mengakses Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), yang berguna untuk Cetak IDeb yang menggantikan Sistem Informasi Debitur (SID).
“Dulu, sistem SID ini ditangani Bank Indonesia, sekarang kewenangannya ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” Ucap Feby, selaku Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) Kantor OJK Regional 8 Bali-Nusra, di sela pameran pembangunan yang digelar Pemprov Bali, di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Selasa (21/8/2018).
Feby menjelaskan, kegunaan dari SLIK adalah untuk mengetahui posisi keuangan debitur di suatu lembaga (bank/finance). Kalau dulu debitur hanya bisa melihat posisi keuangannya di bank saja, sekarang melalui SLIK bisa pula mengetahui posisi keuangannya di suatu lembaga finance. 
“Meskipun belum semua finance bisa dilihat, tapi biasanya lembaga finance yang ada di bawah perbankan otomatis sudah terkoneksi,” imbuh Feby.
Feby menjelaskan, untuk pengecekan syaratnya sangat mudah. Untuk individu, cukup dengan membawa KTP asli serta mengisi formulir yang telah disediakan oleh OJK. Atau jika diwakilkan juga boleh dengan menyertakan surat kuasa bermaterai Rp6 ribu.
“Kalau untuk badan usaha yang agak beda, karena banyak persyaratannya dan bisa dilihat melalui web OJK,” kata wanita berjilbab ini.
Keunggulan lain dari sistem SLIK ini, menurut Feby, adalah jika dulu coverage-nya SID 2 tahun, namun SLIK hanya 1 tahun saja. Artinya, masyarakat bisa dikatakan lebih menguntungkan dari sisi debiturnya. Sementara untuk pengecekan SLIK, tidak butuh waktu lama. Maksimal 30 menit, selesai.
“Pemutihannya atau coverage bagi debitur ketika bermasalah, melalui SLIK lebih cepat,” sebutnya.
Selama pameran, banyak masyarakat atau pengunjung yang datang ke booth OJK untuk menanyakan informasi jasa keuangan. Menurutnya, pameran ini juga merupakan inklusi keuangan bagi masyarakat. Banyak hal yang bisa dikonsultasikan terkait industri jasa keuangan.
“Tiap hari, rata-rata 50 orang datang menanyakan soal SLIK, belum lagi informasi keuangan lainnya,” kata Feby.
Wayan Adyana, salah seorang warga Kota Denpasar, mengaku terbantu dengan diluncurkannya sistem SLIK ini oleh OJK. Selain simpel, hal ini juga bisa membantu dirinya untuk mengetahui data yang dimiliki aman dan tidak sedang digunakan oleh orang lain, untuk melakukan pinjaman atau kredit di perbankan.
“Saya pikir ini sangat membantu kami untuk memastikan data yang kita miliki ini aman,” kata Adyana.
Lihat juga...