Lanal Denpasar Bentuk Tim SFQR untuk Amankan Laut Bali

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

DENPASAR — Rabu (15/8/2018) siang, Tim Second Fleet Quick Respons (SFQR) Lanal Denpasar melakukan patroli di perairan selatan Bali. Tiba-tiba, petugas tersebut melihat kapal yang mencurigakan mencoba menjauh dari kapal patroli petugas. Dengan sigap, Tim SFQR tersebut langsung melakukan pengejaran.

Sekitar 10 menit bermanuver, kapal yang diketahui di tumpangi sekitar lima Anak Buah Kapal (ABK) itu berhasil didekati. Petugas kemudian memberikan aba-aba agar berhenti. Beberapa petugas langsung menaiki kapal untuk memeriksa ABK dan isi muatan. Sementara sisanya melakukan pengawasan di atas kapal cepat milik TNI AL.

“Semua keluar, kumpul di belakang!,” ucap salah seorang komandan Tim dari SFQR yang sedang melakukan patroli.

Setelah semuanya berkumpul, petugas lalu memeriksa satu persatu muatan kapal, dan meminta surat kelengkapan kapal yang diketahui berasal dari Sulawesi itu.

Hal tersebut merupakan simulasi yang dilakukan oleh SFQR (Second Fleet Quick Respons) Lanal Denpasar untuk mengantisipasi tindakan kejahatan, khususnya di laut Bali.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar, Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko.-Foto: Sultan Anshori.

SFQR sendiri merupakan Tim baru yang dibentuk oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut Denpasar. Dan hari ini, tim ini langsung dikukuhkan sebagai pelengkap kekuatan yang dimiliki.

“Di perairan termasuk perairan Bali juga sering terjadi tindak kejahatan seperti Illegal Fishing, penyelundupan narkoba dan tindakan melanggar hukum lainnya. Tim SFQR dibentuk untuk mengantisipasi kemungkinan itu,” ucap Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar, Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko saat memantau jalannya simulasi, Rabu (15/8/2018).

Mantan Komandan Satuan Komando Pasukan Katak Armatim Surabaya ini menambahkan, selain sebagai patroli, Tim SFQR ini juga bisa dimanfaatkan sebagai mobilisasi personel dan angkutan laut. Dimana satuan ini juga dibentuk untuk membantu masyarakat ketika ada sesuatu yang bersifat urgent.

“Misalnya suatu ketika terjadi tindakan di tengah laut seperti pencarian orang dan lain sebagainya, ini bisa digunakan oleh masyarakat,” imbuh pria asal Buleleng ini.

Kegiatan ini juga dibentuk sebagai bagian untuk kegiatan IMF. Namun nantinya akan dibentuk Satuan Pam Laut oleh Mabes TNI. Melibatkan setidaknya ribuan personel dan 25 armada KRI.

Nantinya salah satu tugas daripada Tim Pam Laut itu akan dilakukan penutupan aktivitas perairan yang mungkin bisa berpengaruh terhadap berjalannya kegiatan IMF tersebut.

“Nantinya juga akan disiapkan kapal jenis LPD, Kapal Combien, dan kapal cepat untuk mobilitas tinggi. Semua untuk mengamankan IMF itu,” pungkasnya.

Lihat juga...