Satu-satunya Akses Warga 12 Desa di Solor Barat Flotim Rusak Parah
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LARANTUKA — Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Flores Timur (Flotim) diminta memperbaiki jalan aspal yang sudah rusak parah dari Pamakayo di wilayah timur menuju Tanalein di sebelah barat pulau Solor yang masuk kecamatan Solor Barat.
“Jalan sepanjang sekitar 27 kilometer ini merupakan akses satu-satunya dari 12 desa di kecamatan Solor Barat. Masyarakat hampir setiap hari melintasinya untuk naik kapal di dermaga Pamakayo bila hendak ke kota Larantuka,” sebut Urbanus Werang, lurah Ritaebang, Rabu (15/8/2018).
Dikatakan Urbanus, jalan tersebut sudah puluhan tahun tidak diaspal kembali sehingga kondisinya sudah rusak parah. Pihak desa dan kecamatan sudah berulangkali mengusulkan dalam Musrembang agar segera diperbaiki.
“Saat ini sudah ada perusahaan yang membangun jalan aspal di kecamatan Solor Timur dan sudah membangun Aspal Mixing Plan (AMP) dan memiliki mesin untuk pemecah batu sehingga lebih mudah mengerjakan jalan aspal di Solor,” ungkapnya.
Kalau di desa-desa tentu jalan lorong bisa diperbaiki menggunakan dana desa namun untuk Ritaebang, tambah Urbanus, karena merupakan kelurahan maka tidak mendapatkannya.
“Dengan tidak adanya dana desa tentunya ini sangat merugikan Ritaebang. Kami juga tidak tahu kenapa Ritaebang yang berada di pulau Solor bukannya merupakan sebuah desa tetapi kelurahan,” tanyanya.

Yeni Niron, salah seorang warga Ritaebang mengakui, pihaknya kesulitan bila harus ke Larantuka saat sore hari, sebab harus menumpang ojek ke Pamakayo dari Ritaebang sejauh sekitar 25 kilometer dan membayar paling kecil 50 ribu rupiah.
“Kapal motor dari Ritaebang ke Larantuka hanya pagi pukul 07.00 WIT. Sementara kalau terlambat maka harus naik kapal dari Pamakayo dan paling lama pukul 5 sore. Biaya kapal ke Larantuka cuma 20 ribu, sementara bayar ojeknya lebih mahal,” sesalnya.
Selain itu tambah Yeni, jalan aspal di kecamatan Solor Selatan dan Solor Timur sudah diperbaiki sementara di kecamatan Solor Selatan sudah 20 tahun lebih tidak pernah diperbaiki.