Kulon Progo Bagikan Traktor ke Kelompok Tani

Ilustrasi - Dok. CDN

KULON PROGO – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membagikan 20 unit traktor roda dua. Bantuan diberikan kepada 20 kelompok tani di daerah tersebut.

Bantuan diberikan untuk mempercepat pengolahan tanah di masa tanam. Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan Bidang Tanan Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Kulon Progo, Wazan Mudzakir mengatakan, petani sering mengeluhkan lambatnya pengolahan tanah, karena belum tersedianya alat mesin pertanian, seperti traktor roda dua.

“Kami telah menyerahkan 20 unit traktor roda dua dari Satuan Kerja Pangan DIY kepada 20 kelompok petani. Kami berharap bantuan traktor ini dapat mempercepat pengolahan tanah setiap masa tanam,” kata Wazan, Selasa (14/8/2018).

Saat ini menurutnya, di Kulon Progo telah memberlakukan pola dan tata tanam. Sesuai aturan, saat air mengalir, tanah bisa diolah dan langsung melakukan penanaman. Selama ini, saat olah tanah dilakukan, petani sering mengeluhkan kurangnya jumlah traktor.

Pemerintah daerah mencoba mengupayakan bantuan melalui pemerintah pusat, provinsi. Sumber bantuan pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) sangat banyak. “Khusus anggaran dari kabupaten untuk pengadaan traktor capung untuk mengolah lahan pertanian di sawah berbukit-bukit,” katanya.

Wazan menyebut, pemkab kesulitan meminta bantuan traktor capung dari pemerintah pusat dan provinsi. Hal tersebut mendorong agar pemerintah daerah menganggar bantuan melalui APBD kabupaten.

Pemerintah pusat dan provinsi memprioritaskan bantuan traktor roda dua untuk singkal. Harapannya, pengolahan tanah menjadi lebih sempurna, karena pengolahan tanah lebih dalam. “Ketika pengolahan tanah lebih dalam dan sempurna, akan menghasilkan tanah yang sehat dan kesuburanya terjaga. Artinya, hasil produksi pertanian juga meningkat,” kata Wazan.

Staf Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Wiwoho mengatakan, setiap tahun, pemkab memberikan bantuan traktor capung kepada kelompok tani. Mereka tersebar di Kecamatan Samigaluh, Kalibawang dan Girimulyo. Traktor jenis ini cocok untuk mengolah tanah yang berada di pegunungan dengan sistem terasiring. “Bantuan traktor capung antara 10 hingga 15 unit per tahun,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...