Gempa Terjadi Tiap Menit di Seluruh Dunia

Editor: Koko Triarko

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami,  DR. Sri Hidayati. –Foto: Ranny Supusepa
JAKARTA – Sepertinya, gempa belum bosan menyambangi  Indonesia. Setelah menghantam Lombok, kali ini Bali dan Lampung terpapar gempa pada Kamis (23/8/ 2018). Gempa di Bali terjadi pada pukul 05.48 dan gempa di Lampung pada pukul 10.44 WIB.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan, gempa di Bali berlokasi di 103 km arah Barat Daya Denpasar, dengan kedalaman 10 km. Sementara gempa di Lampung berlokasi di 156 km arah Barat Daya Pesisir Barat Lampung dengan kedalaman 10 km.
“Kedua gempa ini tidak berpotensi tsunami, walaupun bermagnitude 5,4 dan 5,5 SR. Hingga saat ini, belum tercatat adanya korban jiwa maupun bangunan yang mengalami kerusakan berat. Menurut data, kedua gempa ini diakibatkan oleh zona subduksi lempeng Hindia Australia dan lempeng Eurasia,” kata Sutopo, Kamis (23/8).
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami PVMBG, DR. Sri Hidayati, menyatakan, bahwa kedua gempa ini sama sekali tidak berkaitan dengan kejadian gempa di Lombok.
“Ini tidak ada kaitannya. Penyebabnya adalah berkaitan dengan aktivitas pertemuan lempeng India-Australia dan Eurasia di Samudera Hindia. Jika dikaitkan dengan gempa yang juga terjadi di beberapa negara lain, perlu dicatat, bahwa gempa bumi itu hampir tiap menit terjadi di seluruh dunia. Bisa dilihat di website USGS, yang mencatat hampir semua gempa bumi yang terjadi di dunia,” ucapnya, saat dihubungi Cendana News.
DR. Sri juga menegaskan, bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi kapan, di mana dan berapa besar magnitude gempa akan terjadi.
“Lempeng itu kan selalu bergerak, sehingga memang kita tidak bisa memprediksi kapan dan di mana terjadinya gempa. Efek goncangan akan bergantung pada susunan batuan yang ada di dekat pusat gempa.  Jika pada batuan yang telah mengalami pelapukan, belum kompak dan bersifat lepas, maka akan memperkuat efek goncangan gempa. Sehingga akan lebih terasa.
Terkait kemungkinan akan terjadi seri gempa berikutnya, DR. Sri menyatakan pihak PVMBG tidak berani memastikan.
“Kami tidak tahu, tapi kejadian gempa berulang pada satu lokasi area gempa pernah terjadi di Solok pada 2006 dan Bengkulu pada 2008,” pungkasnya.
Lihat juga...