Data Ganda Kependudukan Banyak Ditemui di Perkebunan Sawit
SAMPIT – Sebagian penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), data kependudukannya ganda. Banyak yang terdata di lebih dari satu daerah.
Kondisi tersebut banyak ditemui di perkebunan kelapa sawit, yang kondisinya sulit bagi masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan. “Kami bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mendata pekerja di perkebunan-perkebunan kelapa sawit. Ternyata ada sekitar 50.000 orang yang memiliki data ganda,” kata Kabid Pemanfataan Data dan Informasi Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kotawaringin Timur, Dedy Jauhari di Sampit, Jumat (3/8/2018).
Warga yang data kependudukannya ganda, akan mengalami kerugian pada penyelenggaraan Pemilu 2019. Mereka akan kesulitan mendapatkan hak seperti memilih pada pemilu 2019. Sementara di kehidupan sehari-hari akan kesulitan mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan.
Disdukcapil Kotawaringin Timur tidak bisa membuatkan KTP elektronik jika penduduk tersebut masih terdata di daerah asal. Solusinya, warga tersebut mengurus pencabutan berkas, kemudian memutasi administrasi kependudukannya ke Kotawaringin Timur. Fakta yang terjadi, banyak warga yang mengaku kesulitan saat berusaha mencabut berkas kependudukan di daerah asal.
Sementara, beberapa daerah sulit diajak bekerjasama sehingga Disdukcapil juga kesulitan membantu. “Bahkan ada daerah yang mencantumkan masa berlaku surat pindah itu, misalnya tiga hari, padahal itu melanggar hak asasi. Orang perlu waktu lagi untuk pulang, apalagi berurusan di sana tidak bisa langsung jadi, karena kendala birokrasi maupun personal petugasnya,” kata Dedy.
Untuk mengoptimalkan perekaman data, Disdukcapil Kotawaringin Timur sudah menyurati seluruh kepala desa, mereka diminta mendata warganya yang belum memiliki administrasi kependudukan. Namun hasilnya, belum sesuai harapan. Masih sedikit kepala desa yang aktif membantu. (Ant)