50 Tahun YHK, Jalan Sehat Power of Emak-emak
Editor: Mahadeva WS
JAKARTA – Ketua Umum Yayasan Harapan Kita (YHK), Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut, melepas jalan sehat, dalam rangka perayaan HUT ke 50 YHK, di Candi Bentar Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (19/8/2018).
Perayaan tahun ini mengambil tema Melanjutkan Harapan Membangun Untuk Indonesia. “Selamat untuk power of emak-emak. Kita bertanding dengan sehat, yang menang dapat hadiah. Mau hadiah? mau banyak beli sendiri-sendiri,” kata Mbak Tutut sambil tertawa saat melepas peserta lomba jalan sehat.
Mbak Tutut menyebut, sehat itu pangkal dari kekuatan manusia. Dengan olahraga, tubuh menjadi sehat dan dapat bekerja dengan baik. Termasuk untuk berkarya, juga akan mendapatkan motivasi. Sedangkan jika tubuh tidak sehat, tidak akan bisa beraktivitas maksimal. “Digelar lomba jalan sehat, merupakan konsen dari Ibu Tien Soeharto untuk menyehatkan masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Menurutnya, 50 tahun yang lalu Ibu Tien Soeharto membentuk YHK, dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Ibu kami, punya cita-cita rakyat Indonesia ini harus sehat dan bahagia lahir batin dunia akherat. Karena itu, ibu membuat program-program pembangunan yang betul-betul dibutuhkan masyarakat, diantaranya TMII dan Rumah Sakit Harapan Kita,” tandas Mbak Tutut.
Membangun TMII dilakukan karena, Ibu Tien Soeharto melihat, Indonesia sebagai negara yang luas. Sehingga tidak mungkin untuk mendatangi satu persatu ke daerah masing-masing. Selain karena membutuhkan biaya yang banyak, juga akan memakan waktu yanglama. Tidak mungkin sehari, seminggu dan sebulan untuk dapat mengunjungi semua daerah di Indonesia.
Karena luasnya Indonesia tersebutlah, akhirnya Ibu Tien Soeharto membangun TMII. Miniatur Indonesia, yang dapat dimanfaatkan masyarakat jika ingin melihat Indonesia. Dengan datang ke TMII, sudah melihat seluruh pelosok Indonesia.
Mbak Tutut mengungkapkan, dalam kiprahnya selama 50 tahun, YHK telah banyak menuai prestasi. Dalam pembangunan RSIA dan Bersalin dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Ibu Tien Soeharto ingin, anak-anak Indonesia sehat. Hal itu dikarenakan, mereka adalah generasi masa depan bangsa.
Ibu Tien juga prihatin, masih banyak masyarakat Indonesia yang menderita sakit jantung. Sehingga diharapkan, mereka yang memiliki kelebihan uang harus berobat dengan membayar, sedangkan masyarakat miskin terfasilitasi dengan keberadaan RS yang dibangun YHK. Sehingga dalam mewujudkan jiwa yang sehat tertangani semua.
Kemudian perpustakaan nasional yang dibangun di Salemba, Jakarta, sebagai sarana edukasi kepada masyarakat. Senantiasa paham, dan mengerti sejarah bangsa Indonesia di segala bidang. Pembangunan TMII, RS, Perpustakaan Nasional dan sarana lain yang dipersembahkan Ibu Tien Soeharto untuk masyarakat, menjadi wujud kecintaan kepada Indonesia. “Alhamdulillah semuanya untuk rakyat Indonesia, bukan untuk keluarga maupun pejabat. Tapi untuk rakyat agar semua menikmati kesehatan dan berwisata ke TMII,” ujarnya.
Dengan visi dan mimpi tersebutlah, menurut putri pertama Presiden Soeharto tersebut, Ibu Tien selalu berpesan, tiket masuk TMII tidak boleh mahal. “Itu yang selalu ditekankan ibu. Jadi, TMII merupakan hiburan masyarakat yang paling murah di dunia dan mendapatkan award dari dunia,” ungkapnya.
Kini, anak-anak mendiang Ibu Tien Soeharto dan Pak Harto, akan meneruskan perjuangan tersebut. Terutama dalam upaya membangun kesejahteraan masyarakat Indonesia, seperti berkecimpung di bidang sosial dan lainnya.
Sementara itu, The Power of Emak-emak, disebut Mbak Tutut, dianalogikan sebagai, ibu-ibu yang memiliki peran di segala bidang pembangunan, termasuk dunia kesehatan. Yang terlihat pada lomba jalan sehat ini adalah semangat emak-emak yang mengelora. Menempuh rute start dari Candi Bentar, perjalanan mengarah ke Istana Anak-Anak Indonesia (ISAA), berlanjut melewati berbagai anjungan daerah, kemudian finish kembali di Candi Bentar. Lomba ini pun dimeriahkan dengan pembagian ratusan doorprize menarik, senam poco-poco dan hiburan lainnya.