Wamenkeu Minta Kampus Kelola Keuangan Secara Transparan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
YOGYAKARTA — Wakil Menteri Keuangan, Prof Mardiasmo meminta Perguruan Tinggi mampu mengelola keuangan dan aset secara modern dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas agar layanan publik semakin baik.
Peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan dan aset yang semakin maju itu diharapkan dapat mendorong perguruan tinggi mampu menjadi kampus bertaraf internasional dan berkelas dunia.
Mardiasmo mengatakan, untuk menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional diperlukan otonomi dalam hal pengelolaan di bidang akademik dan non akademik.
“Di bidang akademik, pemerintah memberikan otonomi dalam bidang struktur dan budaya kerja sementara dalam hal non akademik di bidang manajemen dan keuangan,” katanya saat menjadi pembicara kunci dalam pertemuan pengelola perguruan tinggi Eropa dan Asia Tenggra di UGM, Kamis (5/7/2018).
Mardismo mengatakan, belum semua perguruan tinggi saat ini mendapatkan hak otonomi dalam pengelolaan keuangan. Sebab rata-rata separuh anggaran berasal dari negara, 45 persen dari dana masyarakat (biaya kuliah). Sementara hanya lima persen saja dari hasil kerja sama dari pihak luar.
Melihat dari kondisi tersebut, pemerintah sendiri dikatakan mendukung peningkatan kemampuan otonomi melalui manajemen keuangan dengan mengoptimalkan pemanfaatan aset.
“Pemanfaatan aset untuk meningkatan kualitas pendidikan dan meningkatan jumlah pendanaan,” katanya.
Sementara itu rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono dalam pidato sambutannya mengatakan, manajemen keuangan menjadi kunci dalam peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan perguruan tinggi. Pengalaman dari negara Eropa dalam mengelola keuangan secara modern dan strategi mereka dalam mendapat pendanaan di luar pemerintah dan masyarakat patut untuk dicontoh.
“Saya berharap dari konferensi ini nantinya dapat dihasilkan best practice serta ide-ide baru yang muncul,” katanya.