Sambut Obor Asian Games, KBM Ditiadakan

Editor: Satmoko Budi Santoso

Ilustrasi - Dok CDN

SOLO – Semangat Asian Games yang digelar di Jakarta dan Palembang menjadi pendidikan tersendiri bagi generasi penerus bangsa Indonesia. Bahkan, untuk menyemarakkan torch relai Obor Asian Games di Solo, Pemerintah Kota setempat meniadakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Tidak adanya KBM tidak membuat para siswa serta merta pulang awal, karena mereka justru berada di pinggir jalan yang menjadi rute torch relai Obor Asian Games di Solo. Ribuan siswa ini dengan antusias menyambut pelari estafet yang membawa obor api abadi sepanjang 3,5 kilometer dari Gapuro Mahkuto hingga Pendapi Gedhe Balaikota Solo.

Sejumlah siswa mengaku sangat antusias dan senang dengan adanya gelaran pesta olah raga terbesar di Benua Asia. Bahkan, siswa juga berharap para atlit Indonesia bisa memberikan hasil terbaik demi negeri tercinta.

“Yang jelas bangga, karena Indonesia bisa menjadi tuan rumah setelah 56 tahun silam Asian Games di helat di negeri kita,” ucap Retta, salah siswa di Solo kepada Cendana News, di sela menyaksikan torch relai Obor Asian Games di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Kamis (19/7/2018).

Siswa kelas VI SD Negeri 15 Suarakarta ini menyambut dengan suka cita dengan adanya torch relai Obor Asian Games di Kota Solo. Menurut dia, Solo menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki semangat juang yang tinggi di bidang olah raga. “Mudah-mudahan bisa menjadi juara,” lanjutanya.

Hal serupa juga dikatakan Jeni, teman satu sekolah Retta. Digelarnya Asian Games di Indonesia diharapkan bisa membangkitkan semangat bangsa untuk bisa lebih baik. “Kalau dulu-dulu kurang maksimal, ya mudah-mudahan sebagai tuan rumah bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Etty Retnowati menjelaskan, ditiadakannya KBM dalam penyambutan torch relai Obor Asian Games merupakan pembelajaran tersendiri bagi para siswa. Yakni pendidikan akan kecintaan terhadap olah raga serta semangat nasionalisme akan gelaran pesta olah raga empat tahun sekali.

“Yang ditiadakan KBM khusus SD dan SMP, karena kalau SMA menjadi wewenang Provinsi. Tidak adanya KBM untuk penyambutan torch relai Obor Asian Games sesuai dengan intruksi walikota,” terang Etty saat dikonfirmasi.

Dengan tidak adanya KBM dan siswa turut menyambut torch relai Obor Asian Games, diharapkan mampu memompa semangat siswa yang merupakan generasi penerus bangsa ke depan. Ditanamkan pendidikan dan semangat olah raga ini, diharapkan kedepannya mampu mengharumkan bangsa Indonesia di kancah internasional

Lihat juga...