Siswi SMPN 1 Maumere, Finalis Lomba Olimpiade Nasional

Editor: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Dalam lomba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional untuk jenjang pendidikan SMP, tiga siswa SMPN 1 Maumere terpilih untuk mengikuti lomba tingkat nasional di Jakarta tanggal 23 Juli 2018. Dari NTT ada satu sekolah di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang juga lolos seleksi.

“Kami melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Jahe Merah Terhadap Peluruhan Kerak Kapur Pada Termos Air Panas. Dalam lomba penelitian ini bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ini kami berada di nomor urut 24 dari 34 kelompok seluruh Indoensia,” sebut Kristina Claudia Bata, ketua kelompok, Kamis (19/7/2018).

Bersama Ainul Salsa Bila Hasa, siswi kelas IX dan Mario Januari Hilong Assan, ketiganya bergiat dalam penelitian sebab merasa tertantang untuk bisa meraih prestasi di tingkat nasional.

“Kami ingin mengharumkan nama sekolah, kabupaten dan provinsi di level nasional. Kami bangga bisa masuk final dan telah berusaha untuk berbuat yang terbaik dengan dukungan para guru dan pihak sekolah,” sebut Salsa.

Suka Mencari Tahu

Saat ditemui Cendana News di SMPN 1 Maumere, Claudia, sapaan ketua kelompok penelitian ini, dirinya mengaku terbiasa berbicara di depan umum dan sering menjadi pemimpin upacara bendera sehingga dengan mengikuti lomba ini bisa melatih dirinya untuk berani tampil di depan umum.

“Dengan mengikuti lomba penelitian ini saya bisa mengambil pengalaman baru. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) saya suka dan tertarik dengan hal baru dan bertanya-tanya,“ ucapnya.

Sejak kecil pelajar 13 tahun ini melihat sang ibu sering menggunakan ekstrak jahe merah untuk meluruhkan kerak kapur pada termos sehingga dirinya berpikir kenapa ini tidak dijadikan bahan peneltian.

“Setelah bersekolah di SMPN 1 Maumere dan bertemu dengan ibu Linda dan dijelaskan bahwa bila memiliki bakat maka bisa mengikuti lomba penelitian sehingga saya mencoba dan akhirnya lolos,” terangnya.

Kelompok mereka, kata Claudia, diseleksi di sekolah dan ada dua judul yang dibuat namun dari dua judul tersebut hanya judul penelitian dari kelompoknya saja yang dinyatakan lolos seleksi di tingkat nasional.

“Saya merasa bahagia dan bersyukur sebab keinginan untuk mengikuti lomba penelitian di tingkat nasional bisa terwujud. Semoga kami bisa meraih prestasi maksimal dan menjadi juara,” harapnya.

Hasil Seleksi

Dalam penelitian ini, Claudia siswi kelas VIII ini mengatakan, kelompoknya memanfaatkan ekstrak jahe merah dan ekstrak tersebut dibagi dengan masing-masing konsentrasi 25 persen, 50, 75 dan 100 persen. Masing-masing konsentrasi diaplikasikan ke dalam termos yang berkerak kapur.

“Kami menunggu peluruhan kerak kapur pada termos air panas selama sejam, dua jam dan tiga jam dan datanya diambil untuk jadi bahan perbandingan. Saya sebagai ketua kelompok akan belajar lebih gat lagi dalam materi ini agar bisa meraih juara,” tegasnya.

Maria Yuneldis Arlinda Gonde, guru SMPN 1 Maumere menjelaskan, sekolahnya menjaring bakat dari setiap kelas dan menyeleksi anak-anak yang dirasa mampu. Kriterianya harus bisa presentasi di depan umum dan berani berbicara secara lantang dengan vokal yang jelas.

“Ada dua kelompok namun kelompok ini yang masuk dan kita menentukan ketuanya setelah melihat berbagai kriteria. Lomba kali ini hanya ketuanya saja yang ikut dan melakukan presentasi,” terangnya.

Linda sapaannya menambahkan, tahun 2017 lalu sekolahnya juga ikut lomba yang sama dan menyabet juara tiga tapi tahun lalu tiga orang berangkat ke Jakarta. Pendaftaran dan pemasukan berkas dilakukan secara online ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Tanggal berangkat 21 Juli nanti sementara lombanya tanggal 23 Juli. Jumlah peserta 864 yang mendaftar dari seluruh Indonesia di tiga bidang yakni IPA, IPS dan Teknik Rekayasa dan setiap bdiang diambil 34 finalis,” bebernya.

Sebelum berangkat tambah Linda, besok Jumat (20/7/2018) siswi tersebut akan melakukan presentasi di depan para guru terlebih dahulu. Ini penting sebab nanti tim pengujinya para profesor sehingga pihaknya mempersiapkan dengan baik mental, cara menjelaskannya termasuk vokalnya dan penguasaan materi.

“Saya berharap agar anak-anak yang memiliki kemampuan lebih, diasah lagi bakatnya agar wawasan berpikirnya lebih luas. Dengan masuk final saja kami bersyukur sehingga kami berharap bisa mempertahankan prestasi tahun lalu juara tiga atau bisa jadi juara dua bahkan juara pertama,” pungkasnya.

Lihat juga...