Lulusan Baru Kesulitan Mencari Kerja

JAKARTA – Sejumlah pelamar dalam acara Indonesia Career Expo Jakarta 2018 menyebut, pekerjaan untuk lulusan baru (fresh graduates) makin sulit didapatkan. Alasannya, perusahaan kini mencari pegawai dengan latar pendidikan yang spesifik, sehingga hanya lulusan dari jurusan tertentu yang dapat melamar kerja.

“Kebanyakan perusahaan mencari pelamar dari jurusan ekonomi, apalagi untuk perusahaan di sektor perbankan, asuransi, bahkan start-up (usaha rintisan) yang sekarang tengah booming (naik daun),” kata Florania, seorang mahasiswi Teknik Sipil yang ditemui di sela pameran kerja di Jakarta tersebut, Jumat (20/7/2018).

Florania (22), yang tengah menulis skripsi menyebut, banyak senior-nya lulusan teknik sipil kesulitan mencari kerja pasca mendapatkan gelar sarjana. “Namun tidak semua, (kakak kelas saya) ada yang langsung dapat, ada juga yang harus menunggu lama. Karena itu, saya memilih mencari kerja sedari awal sebelum lulus kuliah,” tambahnya.

Strategi itu ditempuh agar tidak perlu menghabiskan waktu lama menganggur pasca wisuda. “Harapannya, agar saya sudah diterima kerja saat selesai sidang skripsi nanti,” kata Florania yang mengaku sudah dua kali mengikuti acara pameran kerja di Jakarta.

Di kesempatan yang sama, Dewi (23), lulusan Biologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah menyebut, tidak banyak perusahaan yang membuka lowongan kerja untuk pelamar berlatar belakang pendidikan selain ekonomi dan hukum. “Misalnya, saya dari biologi. Sedikit perusahaan yang membuka lowongan untuk pelamar seperti saya. Di pameran ini (Indonesia Career Expo Jakarta 2018) misalnya, bisa dihitung jari,” kata Dewi yang ditemui di arena pameran yang sama.

Meski demikian, ia mengaku banyak juga perusahaan yang menerima pelamar dari berbagai jurusan. “Akan tetapi agak sulit untuk fresh graduate, saingannya mereka yang sudah berpengalaman kerja. Sementara, jumlah posisi yang tersedia tidak mungkin menampung seluruh pelamar,” keluhnya.

Di tengah sengitnya persaingan kerja, Florania dan Dewi mengaku, datang langsung ke pameran kerja menjadi strategi tersendiri untuk melamar ke banyak perusahaan. “Tebar jaring, istilahnya. Harapannya, ada lebih dari satu perusahaan yang memanggil untuk wawancara,” kata Dewi.

Di Indonesia Career Expo Jakarta ada 75 perusahaan nasional dan multinasional yang berpartisipasi dalam pameran kerja. Ditargetkan acara tersebut dihadiri 10.000 orang pelamar pencari kerja. (Ant)

Lihat juga...