Bunga Kuak Kaok, Sayuran Tradisional Khas Lombok
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LOMBOK — Di pedasaan, sangat banyak kreasi dalam menyajikan makanan, mulai dari bahan-bahanya hingga proses penyajian. Seperti halnya bunga daun turi. Daun yang memiliki khasiat pengobatan ini juga cocok untuk dijadikan sayuran, seperti asam pedes, sayur bening maupun urap-urap.
Di masyarakat suku Sasak Lombok Bunga daun turi dinamakan kembang ‘kuak kaok’. Daun ini juga menjadi sayuran tradisional cukup banyak disukai masyarakat untuk dimasak menjadi lauk.
Bahkan, kembang kuak kaok juga sering dijadikan sayuran olah-olah di sejumlah restoran perhotelan sebagai menu tradisional khas Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
“Bunga kuak kaok paling enak kalau dimasak asam pedes dicampur sejumlah sayuran lain seperti kecipir muda, sayuran terung, pare muda dan biji kacang tanah muda,” ibu Haeriah, ibu rumah tangga Desa Banyu Urip Lombok Tengah, Sabtu (28/7/2018).
Selain itu untuk menambah rasa sedap bisa juga ditambahin cabai mentah, ikan teri dan sedikit irisan laos.
Haeriah mengatakan, bunga kuak kaok bagi masyarakat pedesaan tidak sulit mendapatkan, bahkan sangat mudah didapatkan, karena banyak ditanam warga untuk pakan ternak sapi maupun kambing.
“Kalau kita masyarakat pedesaan, mendapatkan bunga kuak kaok tidak sulit. Hampir di setiap pematang sawah pohon turi banyak, apalagi sekarang memang sedang musim berbunga,” katanya.
Laili, warga lain mengatakan, bunga kuak kaok juga enak dimasak dengan cara ditumis atau digoreng campur terung, apalagi kalau takaran bumbunya pas, bisa bikin ketagihan untuk dimakan.
Bunga kuak kaok paling enak dimasak saat masih segar dan belum mekar, makanya paling bagus, usai dipetik dari pohon turi harus langsung dimasak.