Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Lhokseumawe

Bawang merah -Dok: CDN
LHOKSEUMAWE – Bahan makanan menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, sebesar 1.10 persen pada bulan Juni 2018.
Berdasarkan hasil pantauan harga yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe, menyebutkan, terjadinya inflasi sebesar 1.10 persen pada bulan Juni, karena adanya kenaikan secara signifikan pada item kelompok bahan makanan.
“Inflasi yang terjadi di Kota Lhokseumawe pada Juni, disebabkan karena adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,25 pada bulan Mei 2018 menjadi 129,66 pada bulan Juni 2018, terutama pada kelompok bahan makanan sebesar 2,87 persen, disusul oleh kelompok lainnya,” ujar Kepala BPS Lhokseumawe, Yudi Yos Elvin, Selasa (3/7/2018).
Menurutnya, komoditas utama yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi selama bulan Juni 2018 adala, bawang merah, tomat sayur, beras, dencis dan beberapa komoditas lainnya. Sedangkan beberapa komoditas yang menahan laju inflasi adalah jeruk, cabai merah, teri, daging ayam ras, kerudung/jilbab dan beberapa komoditas lainnya.
Selain disebabkan adanya kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan, kenaikan indeks juga terjadi kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,40 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,24 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,16 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen, serta kelompok sandang sebesar 0,2 persen.
“Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak mengalami perubahan indeks”, pungkasnya. (Ant)
Lihat juga...