Tren Penumpang Menginap, Penyebab Penumpukan di Pelabuhan Bakauheni
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Tren penumpang menginap di pelabuhan Bakauheni yang berasal dari pelabuhan Merak menuju ke pelabuhan Balauheni menjadi catatan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Qodratul Ikhwan menyebut, selama ini sejumlah penumpang lebih memilih menginap di ruang tinggu pelabuhan Bakauheni Lampung.
Demikian diungkapkan Dishub Provinsi Lampung kepada Menhub, Budi Karya Sumadi yang melakukan pengecekan kesiapan di pelabuhan penyeberangan PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung.
Sebagai upaya menghindari penumpukan penumpang pejalan kaki di pelabuhan Bakauheni, Qodratul Ikhwan menyebut, telah menyediakan sebanyak 769 bus reguler di Lampung, sebanyak 320 di antaranya melayani rute terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni-Rajabasa.
Selain kendaraan reguler, pihak Dishub Lampung telah berkoordinasi dengan Organda, DAMRI dengan jumlah bus cadangan sebanyak 50 unit.

Jaminan keamanan tersebut, diakui Qodratul Ikhwan, mencegah penumpang pejalan kaki ke berbagai tujuan di provinsi Lampung menginap di pelabuhan Bakauheni. Sebab selama ini sebagian pemudik memilih melakukan perjalanan pagi hari, sehingga pemudik akan melanjutkan perjalanan siang hari, saat kendaraan sudah disiagakan di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni.
Upaya mengurangi kendaraan roda dua yang melakukan perjalanan menggunakan kapal roll on roll off (roro) dilakukan dengan membuka mudik gratis. Mudik gratis dengan fasilitas tol laut rute Jakarta-Lampung dilakukan dengan menggunakan kapal dari stasiun pelabuhan Tanjungpriok ke pelabuhan Panjang.
Rute tersebut dioperasikan untuk melayani layanan pemudik dengan motor secara gratis meski peminat belum sesuai dengan harapan.
Meski demikian hingga pertengahan Mei, Qodratul Ikhwan menyebut, layanan mudik gratis dari pelabuhan Tanjungpriok ke pelabuhan Panjang baru mendaftar sebanyak 300 kendaraan roda dua.
Ia menyebut, telah melakukan sosialisasi mudik gratis meski peminatnya masih sedikit bahkan dengan sosialisasi melalui media sosial dan media massa.
Selain kapal laut, Dishub Lampung disebut Qodratul Ikhwan juga memberi perhatian untuk angkutan mudik jalur darat dan udara dengan kereta api dan pesawat udara. Dishub Lampung bekerjasama dengan PT. KAI diakuinya menyiapkan kereta premium dari stasiun Tanjungkarang ke Baturaja Sumatera Selatan.
Khusus untuk bandara Raden Inten II, pada angkutan lebaran akan disiapkan sebanyak 37 kali penerbangan serta 9 tambahan penerbangan.
Terkait image masyarakat yang enggan melakukan perjalanan malam hari, Polres Lampung Selatan siap menjamin keamanan. Kapolres Lamsel, Ajun Komisaris Besar Polisi M. Syarhan menyatakan, pihaknya menyediakan sebanyak belasan titik pos pantau, pos pengamanan, pos pelayanan.
Selain keamanan pemudik angkutan lebaran fokus perhatian Polres Lamsel akan dilakukan mulai dari pelabuhan Bakauheni dan perbatasan dengan kabupaten lain.
Polres Lamsel menyebut selama operasi Ketupat Krakatau, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola Jalan Tol Trans Sumatera. Saat ini JTTS yang dioperasikan baru dari pelabuhan Bakauheni menuju ke simpang susun Bakauheni sepanjang 8,9 kilometer. Sisanya dari STA 8,9 hingga STA 39,5 Sidomulyo masih bisa dilalui meski minimnya rambu lalu lintas.
“Sejumlah area jalan tol trans Sumatera masih bisa digunakan dengan catatan hanya dilalui saat siang hari,” beber AKBP M. Syarhan.

Ia juga mengimbau agar aksi premanisme ditindak tegas agar pemudik minim menginap di pelabuhan sebab aksi premanisme merupakan atensi dari Kapolri.
Sebagai upaya mencegah risiko perjalanan, Budi Karya Sumadi juga mengimbau agar pemudik membeli tiket secara online dan menghindari mudik dengan motor. Budi Karya Sumadi juga mengimbau agar penggunaan jalan tol bisa dimaksimalkan untuk pelayanan arus mudik.
Selain itu khusus untuk Jalan Lintas Sumatera pihaknya berkoordinasi dengan pihak terkait dalam perbaikan lampu jalan dan mengerahkan alat berat mencegah adanya jalan longsor sehingga mudik berjalan lancar.