Tanaman Padi di Labuhan Maringgai Diserang Keong Mas dan Ulat Grayak

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sejumlah petani di desa Sriminosari kecamatan Labuhan Maringgai kabupaten Lampung Timur terpaksa melakukan penggantian benih padi. Serangan hama keong mas dan ulat grayak penggerek daun mengakibatkan bagian daun muda sebagian layu dan mati.

Sapto (50), salah satu petani setempat menyebutkan, hama keong mas muncul dari aliran sungai kecil terhubung dengan kanal sungai besar yang berasal dari area persawahan lain.

Sejumlah petani mempergunakan zat kimia dengan alat semprot untuk memusnahkan hama keong mas tersebut. Sebagian mempergunakan cara tradisional dengan daun talas, daun pepaya memancing keong mas berkumpul lalu dimusnahkan.

“Hama keong mas perkembangannya sangat cepat. Dalam semalam bisa bertelur banyak dan memakan daun yang muda imbasnya rumpun padi habis harus disulam dengan bibit baru,” terang Sapto salah satu petani di desa Sriminosari kecamatan Labuhan Maringgai saat ditemui Cendana News, Senin (25/6/2018).

keong mas
Sapto salah satu petani di desa Sriminosari kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur memisahkan rumpun padi untuk penggantian padi yang rusak diserang hama keong mas [Foto: Henk Widi]
Langkah penanganan di antaranya dengan rajin memeriksa setiap petak sawah. Setiap induk keong mas yang ditemukan langsung dikumpulkan lalu dijadikan pakan ternak unggas miliknya.

“Proses pengeringan lahan sawah sementara waktu cukup efektif membuat keong mas berpindah ke lokasi berair dan mudah ditangkap,” sebutnya.

Kurmen (40), petani lainnya juga terpaksa melakukan penyulaman. Selain hama keong mas, ia juga mengeluhkan serangan ulat grayak. Hama tersebut semakin ganas menyerang dalam jumlah banyak dengan adanya kupu kupu putih yang bertelur pada rumpun padi.

“Setelah kupu kupu tersebut bertelur dan menjadi ulat grayak, helai helai daun dimangsa terutama pada malam hari,” sebutnya.

Proses penyemprotan dengan insektisida terpaksa dilakukan untuk mencegah perkembangan ulat grayak yang menghabiskan rumpun padi yang masih muda.

Berkurangnya pemangsa alami jenis burung walet dan berbagai jenis burung lain diakui Kurmen menjadi satu faktor serangan hama ulat meningkat.

“Sebagian petak sawah yang terserang hama keong mas dan ulat grayak rusak sehingga harus disemprot memakai pestisida,” papar Kurmen.

Dampak serangan hama keong mas dan ulat grayak disebut Kurmen dan petani Labuhan Maringgai bisa berimbas berkurangnya produktifitas. Penanganan dengan cara tradisional dan kimia dilakukan mengantisipasi kerusakan lebih parah.

“Perubahan cuaca yang kerap terjadi antara panas dan hujan turut mempengaruhi munculnya hama pada tanaman padi milik petani setempat,” tutupnya.

Lihat juga...