Penumpang KA Arus Balik Bandarlampung-Palembang Naik

Ilustrasi. Foto: Dokumentasi CDN

BANDARLAMPUNG — Penumpang arus balik Lebaran 2018 yang menggunakan angkutan kereta api jurusan Tanjungkarang-Bandarlampung (Provinsi Lampung) sampai Kertapati (Palembang/Sumatera Selatan) naik 12 persen dari tahun 2017 lalu.

“Untuk kereta api penumpang arus balik Lebaran 2018 ini naik 12 persen untuk jarak jauh, sedangkan untuk jarak pendek Tanjungkarang-Kotabumi, Lampung Utara naik hingga 55 persen,” ujar Franoto Wibowo, Manajer Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, di Bandarlampung, Jumat (22/6/2018).

Menurutnya, jumlah penumpang KA Limex Sriwijaya rute Tanjungkarang (Bandarlampung) sampai Kertapati (Palembang) mencapai 8.579 orang penumpang pada tahun 2018, sedangkan tahun 2017 jumlah penumpang mencapai 7.623 orang, berarti terdapat kenaikan 12 persen.

Selain itu, untuk KA Rajabasa kelas ekonomi rute Tanjungkarang (Bandarlampung) sampai Kertapati (Palembang) pada tahun 2018 penumpangnya mencapai 14.657 orang, sedangkan tahun 2017 mencapai 14.242 orang penumpang atau mengalami kenaikan 3 persen.

Bila dilihat dari data yang ada, jumlah penumpang arus balik Lebaran pada tahun 2018 ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 lalu.

“Jumlah penumpang ini mengalami kenaikan, dan hampir seluruh pemudik sudah mulai kembali ke daerah asal masing-masing untuk melanjutkan aktivitas seperti biasanya,” katanya.

Selain KA Limex Sriwijaya dan KA Rajabasa, kenaikan jumlah penumpang pada arus balik Lebaran 2018 ini terjadi pada KRD lokal rute Tanjungkarang-Kotabumi dengan jumlah penumpang tahun 2018 ini mencapai 29.017 orang, sedangkan tahun 2017 penumpangnya mencapai 18.718 orang atau mengalami kenaikan 55 persen dari tahun sebelumnya.

“Kereta api lokal ini jumlah gerbongnya lebih banyak dan daya muat juga lebih banyak, karena sudah digabungkan rangkaiannya menjadi satu. Jadi jumlah angkut penumpang lebih banyak dan efisiensi waktu terjaga,” kata Franoto.

Sedangkan untuk KA Kuala Stabas Premium rute Tanjungkarang (Bandarlampung/Lampung) Sampai Baturaja (Sumatera Selatan) mencapai 6.051 orang penumpang. Kereta ini baru dioperasikan pada tanggal 5 Juni 2018 untuk membantu angkutan Idul Fitri 1439 Hijriah tahun 2018 Masehi. “Kereta ini baru dan peminatnya juga banyak, untuk jarak menengah,” ujarnya.

Berdasarkan data di posko layanan Stasiun Tanjungkarang bahwa jumlah penumpang yang diberangkatkan pada H+5 atau 21 Juni 2018 menggunakan kereta api di Wilayah Divre IV Tanjungkarang mencapai 4.414 orang penumpang atau mengalami penurunan bila dibandikan H+4 kemarin.

Sedangkan perbandingan total jumlah penumpang tahun 2018 dengan 2017 selama masa angkutan Lebaran dari tanggal 5 sampai dengan 20 Juni 2018 (H-10 sampai H+5) total penumpang yang diberangkatkan sebanyak 59.091 orang. Dibandingkan tahun 2017 pada hari yang sama, naik rata-rata sekitar 45 persen berjumlah 40.585 orang penumpang.

Sedangkan jumlah penumpang KA kedatangan (KA S1 Limex Sriwijaya dan KA S7 Rajabasa dari Palembang) dari tanggal 5 sampai dengan 21 Juni 2018, yaitu KA (S1) Sriwijaya rute Kertapati (Palembang) sampai Tanjungkarang (Bandarlampung) mencapai 8.359 orang penumpang, dan KA Rajabasa (S7) rute Kertapati (Palembang) sampai Tanjungkarang (Bandarlampung) mencapai 14.257 orang penumpang. [Ant]

Lihat juga...