NTB Diimbau Waspadai Potensi Bencana Kekeringan

Editor: Koko Triarko

Tanaman padi milik petani Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah tampak kering dan mulai menguning akibat tidak ada air. –Foto: Turmuzi
MATARAM – Selama beberapa bulan musim kemarau berlangsung, curah hujan di Provinsi Nusa Tenggara Barat secara keseluruhan berada pada kategori rendah, sementara Hari Tanpa Hujan (HTH) berkisar antara 31 sampai 60 hari.
“Rendahnya curah hujan ditambah HTH yang panjang tersebut, masyarakat dan Pemda NTB diminta mulai mewaspadai terjadinya bencana kekeringan”, kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG Kelas l Lombok Barat NTB, David Sampelan, melalui keterangan tertulis, Rabu (6/6/2018).
Dikatakan, curah hujan yang rendah hampir berlangsung di semua wilayah kabupaten NTB. Wilayah bagian selatan, baik Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa termasuk wilayah langganan kekeringan, dengan curah hujan rendah dan HTH panjang.
Kondisi dinamika atmosfer enso saat ini berada pada kondisi netral, sementara  kondisi suhu muka laut di perairan NTB menunjukkan kondisi netral cenderung dingin. Analisis angin menunjukkan angin Timuran dominan dan akan menguat.
“Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya pembentukkan awan hujan di wilayah NTB, sehingga peluang terjadinya hujan juga semakin berkurang”, katanya.
Meski demikian, sambungnya, masih ada peluang terjadinya curah hujan kurang dari 20 mm/dasarian di beberapa wilayah NTB, baik wilayah Lombok bagian Timur dan Sumbawa Barat, dengan nilai probabilitas sebesar 50 sampai 60 persen.
Lihat juga...